Dilansir dari Antara, Selasa (19/11), harga minyak mentah berjangka Brent ditutup di level US$62,44 per barel atau merosot 1,4 persen. Pekan lalu Breny menguat 1,3 persen.
Pelemahan juga terjadi pada harga minyak West Texas Intermediate (WTI) sebesar 1,2 persen menjadi US$57,05 per barel. Kondisi ini berbalik dari pekan lalu di mana WTI naik 0,8 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pasar Jenuh Aksi Jual, IHSG Diramal Menguat |
Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) pekan lalu memperkirakan permintaan minyak bakal jatuh pada 2020. Kondisi ini membuka peluang bagi OPEC dan sekutunya (OPEC+) untuk melanjutkan kebijakan pembatasan produksi.
Pimpinan Lipow Oil Associates Andy Lipow menilai ekspektasi permintaan musim yang lebih rendah untuk bensin di AS juga menekan harga minyak.
[Gambas:Video CNN]
Di saat yang sama, pasar juga tertekan oleh kekhawatiran akan melimpahnya pasokan minyak pada 2020.
Pekan lalu, pasokan minyak AS meningkat 1,1 juta barel. Artinya, kenaikan sudah terjadi selama empat pekan berturut-turut.