Rupiah Naik ke Rp14.094 per Dolar Terdorong Data Ekonomi AS

CNN Indonesia | Kamis, 05/12/2019 08:43 WIB
Rupiah Naik ke Rp14.094 per Dolar Terdorong Data Ekonomi AS Rupiah menguat tipis ke level Rp14. 049 per dolar AS pada Kamis (5/12) pagi. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.094 per dolar AS pada Kamis (5/12) pagi. Posisi tersebut menguat 0,08 persen  dibanding Rabu (4/12) yang berada di Rp14.120 per dolar AS pada penutupan pasar Rabu (4/12).

Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Won Korea terpantau menguat 0,50 persen, peso Filipina 0,25 persen, dan dolar Taiwan serta ringgit Malaysia menguat 0,05 persen, dolar Singapura juga menguat tipis 0,03 persen.

Pelemahan hanya dialami yen Jepang sebesar 0,05 persen, dan baht Thailand sebesar 0,03 persen terhadap dolar AS.


Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar menguat terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris dan euro sama-sama menguat 0,03 persen, diikuti oleh dolar Kanada sebesar 0,11 persen.

Pelemahan hanya terjadi pada dolar Australia sebesar 0,11 persen terhadap dolar AS. Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai penguatan nilai rupiah disebabkan oleh sentimen kesepakatan AS dan China yang dikabarkan mulai mereda.

"Ada potensi penguatan rupiah hari ini karena ada sumber yang dikutip Bloomberg mengatakan bahwa negosiasi masih berlangsung, meski ada ketegangan politik akibat dirilisnya UU Hong Kong dan RUU Xinjiang oleh AS," kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (5/12).

Ariston mengatakan negosiasi kini dalam tahap membicarakan berapa jumlah tarif yang dapat dihapus. Dengan demikian, pasar mulai optimis bahwa kesepakatan fase 1 antara kedua negara diperkirakan sudah dekat.

Selain itu, Ariston menjelaskan bahwa penguatan rupiah juga dibantu oleh rilis data Tenaga Kerja Non Farm Payroll versi ADP dan Data indeks non manufaktur versi ISM yang di bawah ekspektasi.

"Kedua data AS ini melemahkan dollar AS," ucapnya.

Namun demikian, Ariston merasa pasar masih mewaspadai perkembangan negosiasi dagang ini. Menurutnya, pernyataan yang negatif dapat membalikkan situasi.

Lebih lanjut, Ariston mengatakan rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.050 hingga Rp14.120 per dolar AS.

[Gambas:Video CNN] (ara/agt)