Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat mengungkapkan mayoritas kontrak gas pada entitas anak berakhir pada 2021-2022. Meskipun akan selesai, banyak dari kontrak tersebut belum mendapatkan kepastian kelanjutan kontrak serta alokasi gas.
"Industri pupuk memerlukan pasokan gas yang jangka panjang. Sementara ini, 2-3 tahun. Jadi kami harapkan bisa jangka panjang," ujarnya di Komisi VII DPR, Kamis (5/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebetulnya, lanjut dia, Pupuk Iskandar Muda telah memiliki Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PT Pertamina (Persero). Namun, perjanjian itu belum efektif. Jika kontrak itu tak kunjung direalisasikan maka dua pabrik milik Pupuk Iskandar Muda terancam macet. Tahun depan, defisit gas pada Pupuk Iskandar Muda diprediksi menjadi 55 MMSCFD.
"Kalau tidak dijalankan (PJBG dengan Pertamina) maka mulai 2020 dua pabrik yang di Iskandar Muda ini tidak bisa jalan. Jadi kami harapkan kontrak dengan Pertamina untuk bisa diefektifkan untuk menjalankan dua pabrik," pintanya.
"Namun mulai 2023, satu pabrik akan terhenti. Bahkan, di 2028-2029 semua pabrik akan terhenti kalau kalau tidak mendapatkan pasokan gas," ungkapnya.
Sementara itu, PT Petrokimia Gresik mengalami defisit sebesar 12 MMSCFD, tahun depan defisitnya diprediksi turun menjadi 8 MMSCFD. Ia menuturkan Petrokimia Gresik memiliki kontrak jangka panjang dengan Husky CNOOC Madura Limited (HCML). Perjanjian itu belum efektif karena masih terdapat perbaikan pada HCML.
"Kalau tidak dapatkan (kontrak efektif) maka pabrik khususnya urea di Petrokimia Gresik pada 2021 bisa tidak akan jalan," katanya.
Di sisi lain, ia bilang tidak terdapat permasalahan pada pasokan di PT Pusri Palembang dan PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim). Dari catatan perseroan, Pusri Palembang mengalami surplus sebesar 35 MMSCFD pada 2019, dan masih diramal surplus hingga 2023. Akan tetapi, Pusri Palembang belum mendapatkan alokasi gas, sehingga diprediksi mengalami defisit pada 2024.
"Mungkin 2024 kalau ini tidak dipenuhi pabrik yang ada di Pusri Palembang semua akan terhenti," ucapnya.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/sfr)