Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.094 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi Rabu (4/11), yakni Rp14.125 per dolar AS.
Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Tercatat won Korea menguat 0,36 persen, peso Filipina 0,30 persen, dan dolar Singapura 0,12 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rupiah masih bertahan menguat hingga sore ini seiring dengan optimisme tercapainya kesepakatan dagang AS dan China dalam waktu dekat," kata Arisfon saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (5/12).
Ariston mengatakan bahwa Juru Bicara Kementerian Perdagangan China sempat mengatakan bahwa AS dan China masih terus melakukan pembicaraan untuk mencapai kesepakatan dagang.
[Gambas:Video CNN]
Di samping itu, Ariston menilai penguatan rupiah terhadap dollar AS juga dikarenakan buruknya data-data ekonomi AS yang dirilis pada (4/12) malam, yaitu data tenaga kerja Non-Farm Payroll versi ADP dan data indeks non manufaktur versi ISM.
"Kalau optimisme ini berlanjut, potensi rupiah akan bisa ke level Ro14.030 hingga Rp14.100 per dolar AS besok, " pungkasnya. (ara/agt)