Menaker Sebut Kartu Prakerja Diluncurkan Maret 2020

CNN Indonesia | Kamis, 05/12/2019 20:25 WIB
Menaker Sebut Kartu Prakerja Diluncurkan Maret 2020 Menaker Ida Fauziah menyebut kartu prakerja kemungkinan dirilis pada Maret 2020. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah masih mempersiapkan program kartu prakerja yang menjadi janji Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ida menyebut kemungkinan besar kartu prakerja ini diluncurkan pertama kali pada Maret 2020.

"Ya mungkin butuh waktu, apa Maret mungkin, artinya 2020 pasti. Jangan sampai kemudian di-launching tapi persiapannya belum matang," kata Ida usai bertemu Jokowi, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/12).

Ida menyatakan sejumlah hal yang kini tengah disiapkan antara lain, peraturan presiden, project manager office, hingga membuka komunikasi dengan sejumlah perusahaan terkait kebutuhan tenaga kerja.


Menurutnya, Kementerian Ketenagakerjaan perlu mengetahui kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja. Sehingga, kata Ida, pihaknya memberikan pelatihan kepada para penerima kartu prakerja sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

"Kartu prakerja ini harus mempertimbangkan demand-nya. Jadi demand, pelatihan itu akan mengikuti demand-nya sehingga mendekatkan pencari (tenaga) kerja dengan pencari kerja, itu yang kami diskusikan," ujarnya.

Ida menyatakan pemegang kartu prakerja nantinya juga akan mendapat insentif dari pemerintah sebesar Rp500 ribu, selain pelatihan yang diberikan secara cuma-cuma. Selama pelatihan, para pemilik kartu prakerja juga mendapatkan makan dan kebutuhan lainnya.

"Sementara estimasinya Rp 500 ribu, sampai selesai (pelatihannya). Jadi bukan setiap bulan diberikan Rp500 ribu," ujarnya.

Sebelumnya, Ida menyebut ada tiga syarat utama yang harus dipenuhi untuk memperoleh kartu ini. Pertama, berkewarganegaraan Indonesia. Kedua, berusia di atas 18 tahun. Terakhir, tidak sedang mengikuti pendidikan formal.

Kartu prakerja adalah bantuan pelatihan vokasi dari pemerintah yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja atau buruh aktif, dan/atau pekerja atau buruh yang terkena PHK yang membutuhkan peningkatan kompetensi.

Program tersebut merupakan salah satu janji yang disampaikan Jokowi saat Pilpres 2019 lalu.

Demi program tersebut, pemerintah akan menggelontorkan anggaran Rp10 triliun. Anggaran itu untuk membiayai program mulai dari pelatihan, insentif bagi pencari kerja, hingga survei akhir.

Secara total setiap peserta program kartu prakerja akan mendapat manfaat sebesar Rp3,65 juta sampai dengan Rp7,65 juta, yang dikeluarkan untuk keperluan pelatihan, sertifikasi, insentif usai pelat, dan pengisian survei.

[Gambas:Video CNN] (fra/sfr)