"Ya mungkin butuh waktu, apa Maret mungkin, artinya 2020 pasti. Jangan sampai kemudian di-launching tapi persiapannya belum matang," kata Ida usai bertemu Jokowi, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/12).
Ida menyatakan sejumlah hal yang kini tengah disiapkan antara lain, peraturan presiden, project manager office, hingga membuka komunikasi dengan sejumlah perusahaan terkait kebutuhan tenaga kerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara estimasinya Rp 500 ribu, sampai selesai (pelatihannya). Jadi bukan setiap bulan diberikan Rp500 ribu," ujarnya.
Sebelumnya, Ida menyebut ada tiga syarat utama yang harus dipenuhi untuk memperoleh kartu ini. Pertama, berkewarganegaraan Indonesia. Kedua, berusia di atas 18 tahun. Terakhir, tidak sedang mengikuti pendidikan formal.
Program tersebut merupakan salah satu janji yang disampaikan Jokowi saat Pilpres 2019 lalu.
Demi program tersebut, pemerintah akan menggelontorkan anggaran Rp10 triliun. Anggaran itu untuk membiayai program mulai dari pelatihan, insentif bagi pencari kerja, hingga survei akhir.
Secara total setiap peserta program kartu prakerja akan mendapat manfaat sebesar Rp3,65 juta sampai dengan Rp7,65 juta, yang dikeluarkan untuk keperluan pelatihan, sertifikasi, insentif usai pelat, dan pengisian survei.
[Gambas:Video CNN] (fra/sfr)