Sekjen IKAGI Jacqueline Tuwanakotta menyatakan kedatangan 68 para awak kabin rencananya akan diterima oleh Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. Pasalnya, Erick ada tugas mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi ini.
"Kami akan bicara soal kondisi awak kabin yang ada di Garuda Indonesia, secara general dan perusahaan," ujar Jacqueline Tuwanakotta kepada awak media.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, komitmen itu seolah 'putar balik' dari apa yang pernah diutarakan. Ari justru mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang dianggap merugikan awak kabin.
Kebijakan tersebut salah satunya berkaitan dengan pengurangan jam istirahat melalui perubahan kebijakan jam terbang awak kabin pada penerbangan luar negeri. Menurutnya, ada beberapa jenis penerbangan yang seharusnya memberikan waktu menginap bagi awak kabin karena jam terbang yang cukup lama.
"Contohnya schedule Sydney-Jakarta-Sydney, itu seharusnya tiga hari, tapi jadi PP. Itu beri dampak yang kurang bagus kepada awak kabin, sekarang sudah ada delapan orang yang di-opname," tuturnya.
Anggota IKAGI Hersanti turut membagi keluh kesah. Awak kabin yang sudah 30 tahun mengabdi kepada perusahaan pelat merah itu mengeluhkan pendapatan yang kian menurun.
"Banyak diskriminasi yang dilakukan, senior seperti kami pendapatannya berubah, di bawah standar, junior malah lebih dari kami," ungkapnya pada kesempatan yang sama.
[Gambas:Video CNN]
Anggota IKAGI lainnya, Adel, mengatakan kebijakan yang ingin dikeluhkannya adalah soal mutasi. Ia merupakan salah satu dari 250 awak kabin yang dimutasi perusahaan.
"Ini tanpa prosedur dan sebab yang jelas. Saya berusaha memperjelas, tapi lama dan tidak ada kepastian dari perusahaan sampai saat ini di bawah Ari Askhara," ucap Adel yang dimutasi dari base Jakarta ke Makassar.
Selain itu, ia mengatakan ingin pula menyampaikan kepada Kementerian BUMN agar terus mengusut kasus-kasus yang ada di perusahaan negara itu. Begitu pula dengan para direksi yang masih ada di manajemen Garuda Indonesia saat ini.
"Kita juga perlu hapus orang di bawah BoD yang punya strategi dan ide praktek yang ilegal, yang sama di manajemen sekarang," katanya.
CNNIndonesia sudah berupaya untuk meminta tanggapan manajemen perusahaan atas keluh kesah yang disampaikan awak kabin tersebut. Tapi, President Corporate Secretary Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan sampai dengan berita ini diturunkan belum membalas permintaan tanggapan tersebut.
(uli/agt)