Ganti Direksi Garuda Terlibat Harley Ilegal Diputus di RUPSLB

CNN Indonesia | Sabtu, 07/12/2019 16:03 WIB
Ganti Direksi Garuda Terlibat Harley Ilegal Diputus di RUPSLB Harley-Davidson yang diselundupkan di pesawat Garuda Indonesia. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dewan Komisaris Garuda Indonesia Sahala Lumban Gaol mengatakan pihaknya bakal secepat mungkin mencari pengganti direksi yang terlibat kasus penyelundupan Harley-Davidson dan Sepeda Brompton.

Pencarian pengganti akan dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa. Pihaknya akan mengajukan surat permintaan RUPS kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  pada Senin (9/12).

"Sesegera mungkin [menunjuk Pelaksana Tugas]. Jadi di dalam perusahaan Tbk ada dua cara pemberhentian direksi yaitu pemberhentian sementara itu dilakukan oleh Dewan Komisaris dan permanen akan dilakukan dalam RUPS Luar Biasa," kata Sahal kepada awak media di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Sabtu (7/12).


"Jadi yang kita lakukan adalah pemberhentian sementara, RUPS sesuai Tbk kemungkinan 45 hari setelah kami sampaikan surat permintaan kepada OJK," katanya.

Sejumlah direksi Garuda saat ini sedang terbelit masalah penyelundupan Harley-Davidson dan Sepeda Brompton. Masalah berawal dari temuan Ditjen Bea dan Cukai pada 17 November lalu.

Saat itu, Ditjen Bea dan Cukai memeriksa pesawat Airbus 330-900 NEO. Pesawat tersebut merupakan pesanan Garuda Indonesia.

Dalam pemeriksaan tersebut, Ditjen Bea dan Cukai menemukan 15 kotak berisi sepeda motor Harley- Davidson dalam keadaan terurai.

[Gambas:Video CNN]
Setelah ditelisik barang tersebut ternyata diselundupkan. Dari hasil penyelidikan lanjutan, penyelundupan ternyata melibatkan Dirut Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara.

Atas keterlibatan tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir langsung memutuskan memecat Ari dari posisinya. Selain Ari, dewan komisaris Garuda juga memutuskan memberhentikan sejumlah direksi yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penyelundupan tersebut.

Walaupun direksinya sedang mengalami masalah, Sahala memastikan kondisi tersebut tidak mengganggu operasional perusahaan.

(dni/agt)