Pekerja Garuda 'Pecah' Usai Ari Askhara Dipecat Karena Harley

CNN Indonesia | Senin, 09/12/2019 14:34 WIB
Pekerja Garuda 'Pecah' Usai Ari Askhara Dipecat Karena Harley Awak kabin Garuda Indonesia pecah jadi dua terkait pengelolaan perusahaan. (AFP PHOTO / ADEK BERRY)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) terbelah menjadi dua kubu. Perpecahan itu terjadi usai pemecatan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara sebagai direktur utama perusahaan.

Saat ini, ada dua kubu yang pro dan kontra dengan masalah internal perusahaan yang mengemuka usai Ari dipecat.

Di satu sisi, muncul IKAGI yang diketuai Zaenal Muttaqin. IKAGI kubunya membeberkan berbagai masalah di tubuh perusahaan selama masa kepemimpinan Ari Askhara.


Di sisi berseberangan,  ada IKAGI lain kubu Achmad Haeruman. Kubu tersebut membantah semua masalah yang dibuka Zaenal Cs.

Salah seorang anggota IKAGI dari kubu Zaenal, Hersanti, yang juga mengaku sudah 30 tahun bekerja di Garuda Indonesia menyatakan asosiasi resmi diketuai oleh Zainal. Menurutnya, Achmad merupakan ketua IKAGI hasil 'bentukan' Ari Askhara.

"Saya kenal Achmad, itu teman saya juga, tapi Achmad pembentuk IKAGI yang baru, yang dibentuk Ari Askhara. Jadi IKAGI yang lama itu Zaenal dan Jacqueline (Sekjen IKAGI)," katanya kepada awak media di Kementerian BUMN, Senin (9/12).

Dari kubu Zaenal, para awak kabin kerap mengeluhkan buruknya kebijakan di era kepemimpinan Ari Askhara. Kebijakan buruk dianggap telah merugikan pekerja. 

Kebijakan merugikan tersebut salah satunya berkaitan dengan perubahan ketentuan inap pada rute penerbangan luar negeri yang cukup panjang hingga mutasi tanpa alasan yang jelas.

[Gambas:Video CNN]
Namun, semua itu dibantah oleh Achmad. Menurutnya, ketua IKAGI yang resmi dipegang oleh dirinya.

Ia mengisahkan IKAGI mulanya didaftarkan ke Kementerian Ketanagakerjaan sekitar 2001. Setelah itu, sempat pula didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM oleh Zaenal pada 2016.

Setelah itu, IKAGI berubah status dari asosiasi perkumpulan menjadi badan hukum. Namun, menurutnya, pada saat itu pula Zaenal mengakhiri masa tugasnya sebagai ketua.

Sementara Achmad mengklaim bahwa per 14 September 2019, IKAGI berada di bawah kepemimpinannya dengan wakil Mega Wijana.

"Saudara Zaenal mengaku sebagai ketua IKAGI, padahal secara legal dan formal diketahui bahwa Zaenal, Ketua Perkumpulan Awak Kabin Garuda Indonesia dan perkumpulan itu terdaftar di Kemenkumham, bagian dari ormas berbadan hukum," jelasnya.

Tak hanya soal kepemimpinan IKAGI atas nama Zaenal, Achmad juga membantah berbagai tudingan buruknya manajemen dan kebijakan perusahaan di era Ari Askhara. Hal ini disampaikannya melalui Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) Tommy Tampatty yang berada di pihak Achmad.

"Kami sampaikan bahwa IKAGI yang resmi, yang legal datang ke kantor Menteri BUMN untuk sampaikan sebenarnya apa yang ada di dalam kubu awak kabin. Karena banyak isu yang dilempar lewat Youtube dan lainnya. Kami tidak mau nama profesi awak kabin rusak," katanya.

"Saat ini terkesan kayaknya awak kabin diperas, diperlakukan tidak adil sejak Ari Askhara. Padahal sekarang ini, (awak kabin) dikasih guarantee jam terbang 60 jam, kalau tidak sampai tetap dibayar 60 jam karena ada operasional terganggu, beberapa kami stop. Jadi kayaknya mereka tidak disejahterakan, ini yang kami luruskan," sambungnya.

Lebih lanjut, menurut Tommy, IKAGI di bawah kepemimpinan Achmad dan Sekarga di bawahnya tetap mendukung apapun keputusan Menteri BUMN Erick Thohir. Misalnya, dengan sudah memberhentikan Ari Askhara.

Namun, ia ingin mengoreksi bahwa kinerja perusahaan sejatinya baik-baik saja dan tak 'sebobrok' yang disampaikan oleh para awak kabin di bawah pimpinan IKAGI bernama Zaenal.

"Pesan kami, tolong yang tidak kompeten jangan komentar karena yang hancur Garuda, ingat ini milik bangsa. Bahwa kalau ada tuduhan apapun silakan lewat hukum, jangan cuap-cuap di publik, kasihan Garuda," ungkapnya.

"Kami serahkan ke Pak Erick yang punya kewenangan untuk mengganti dan evaluasi. Kami tidak menentang, tapi kami mohon Pak Erick beri pernyataan menyejukkan ke semua orang untuk menjaga kelangsungan Garuda," katanya.

Di sisi lain, ia melihat kinerja Garuda di bawah Ari Askhara sebenarnya cukup baik-baik saja. Bahkan, ia mengklaim bahwa harga saham perusahaan berhasil naik dari kisaran Rp600 per lembar saham menjadi Rp2.000 per lembar saham.

"Bahwa dia tersangkut masalah kepabean, iya, kami juga tidak mau menutupi dan membela. Silakan Pak Menteri yang putuskan. Tapi turun karena di lapangan jadi liar, tidak tahu ada agenda apa, tapi kami lihat ini disinyalir ada yang berharap Garuda hancur, sahamnya tinggal Rp50 dan mereka beli karena pemerintah angkat tangan dan tidak mungkin beri penyertaan modal karena sudah Tbk, ini yang kami khawatir," terangnya.

Sebelumnya, Erick Thohir telah memberhentikan Ari Askhara karena diduga melakukan penyelundupan komponen motor Harley Davidson dan dua sepeda Brompton menggunakan pesawat baru Garuda Indonesia. Barang-barang itu tidak melalui prosedur kepabeanan dan masuk ke Indonesia melalui Pusat Logsitik Berikat (PLB) Garuda Maintenance Facility (GMF).

(uli/agt)