Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Selasa (10/12).
"Kami dorong bagaimana capai target 500 ribu ha dalam waktu tertentu, kami bahas dengan BPDP. Kami selesaikan segera, termasuk Perpres BPDP, sehingga replanting menjadi bagian dari penugasan BPDP," ujar Airlangga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk tahun ini, pemerintah sebenarnya memasang target replanting mencapai 200 ribu ha. Namun, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Musdalifah Mahmud memperkirakan realisasi replanting hanya mencapai 100 ribu ha alias setengah dari target.
Proyeksi itu juga jauh di bawah harapan Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang ingin replanting memenuhi target 185 ribu hektare. Musdalifah mengatakan realisasi sulit mencapai target karena terkendala kondisi cuaca hingga belum siapnya sistem administrasi.
Masalah lain karena verifikasi data penerima bantuan dana replanting membutuhkan waktu yang tak singkat. Verifikasi itu dilakukan oleh BPDP-KS. BPDP-KS melakukan verifikasi atas data dan rekomendasi replanting dari Kementan. Verifikasi dilakukan agar tidak ada data ganda dan penerima benar-benar tepat sasaran.
"Kami memang harus verifikasi karena ada banyak nama (calon penerima), padahal ini menyangkut uang Rp25 juta yang diberikan per hektare," ungkapnya.
Sementara per Agustus 2019, realisasi replanting baru mencapai 51 ribu ha.
[Gambas:Video CNN] (uli/age)