Ratu Kosmetik Putri Kuswisnu Wardani Jadi Pembisik Jokowi

CNN Indonesia | Jumat, 13/12/2019 15:58 WIB
Ratu Kosmetik Putri Kuswisnu Wardani Jadi Pembisik Jokowi Putri Kuswisnu Wardani, bos Mustika Ratu sekaligus anak pendirinya Mooryati Soedibyo menjadi satu dari 9 anggota Wantimpres. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik sembilan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (13/12). Salah satu nama yang dilantik Jokowi adalah Putri Kuswisnuwardhani.

Putri merupakan anak pendiri Mustika Ratu, Mooryati Soedibyo. Ia mendapat tongkat kepemimpinan dan menjabat sebagai direktur utama PT Mustika Ratu Tbk pada 2011 lalu.

Kini Putri menjabat sebagai komisaris utama PT Mustika Ratu Tbk. Ia diangkat dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Luar Biasa pada Juni 2019.


Mengutip laman resmi Mustika Ratu, wanita kelahiran 20 September 1959 itu berinovasi dengan meluncurkan merek yang khusus ditujukan untuk remaja putri dan segmen milenial Indonesia.

Putri meraih gelar Master of Business Administration dari National University, Inglewood, California, Amerika Serikat, pada 1990 silam. Ia juga masih memiliki garis keturunan keluarga Kasunanan Surakarta.

Meski Putri merupakan anak dari perintis Mustika Ratu, bukan berarti ia langsung mendapat jabatan strategis. Ia memulai karir secara berjenjang dan mendapat pengalaman dari level bawah.

Ia mulai dipercaya menjadi kepala Departemen Promosi dan Periklanan pada 1986. Kemudian, menjadi manajer keuangan pada 1988. Dilanjutkan menjadi wakil presiden direktur sejak 1991.

Selain menjadi bos di perusahaan kosmetik, ia juga menjabat sebagai ketua dewan pembina Yayasan Puteri Indonesia (YPI). Diketahui sang ibu, Mooryati Soedibyo menjadi salah satu pencetus kontes Puteri Indonesia.

Putri sempat membawa rombongan Puteri Indonesia 2019 bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 11 Maret 2019.

Ketika itu, Putri mengatakan para Puteri Indonesia terpilih perlu membantu kepala negara untuk memerangi hoaks karena hal tersebut berkembang sangat cepat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hoaks menjadi salah satu ancaman berbahaya bagi persatuan Indonesia ke depan.

"Ini tanggung jawab bersama, terutama di generasi muda agar bisa menyebarkan berita-berita yang benar, optimis, dan positif. Ini seperti bagaimana melawan hoaks, itu sama seperti Pak Jokowi, bagaimana kuat bila diserang oleh hoaks," kata Putri.

Selain Putri, Jokowi juga melantik beberapa tokoh lain sebagai Wantimpres. Mereka adalah Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, politikus senior PDIP Sidharto Danusubroto, Pengusaha Dato' Sri Tahir dan beberapa sosok lainnya.
[Gambas:Video CNN] (fra/bmw)