Tahir, Orang Kaya ke-7 di RI jadi 'Penasihat' Jokowi

CNN Indonesia | Jumat, 13/12/2019 16:09 WIB
Tahir, Orang Kaya ke-7 di RI jadi 'Penasihat' Jokowi Presiden Jokowi resmi menunjuk Dato Sri Tahir menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2019-2024. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menunjuk Dato Sri Tahir menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2019-2024. Ia menjadi satu dari sembilan tokoh yang menempati jabatan 'penasihat' orang nomor satu di Indonesia itu.

Nama Tahir tentu sudah dikenal oleh publik. Ia merupakan 'langganan' daftar orang terkaya di Tanah Air versi Majalah Forbes dalam beberapa tahun belakangan.

Pada 2019, Forbes mendaulat Tahir sebagai orang terkaya ke-7 di Indonesia. Nilai kekayaan yang ada di kantongnya mencapai US$4,8 miliar pada tahun ini.


Bila dibandingkan dengan tahun lalu, peringkat Tahir turun, namun pundi-pundi kekayaannya meningkat dari sebelumnya US$4,5 miliar. Bahkan, Tahir kerap mengungguli mertuanya, salah satu taipan nasional, Mochtar Riady yang kekayaannya 'cuma' US$2,3 miliar pada 2018.

Nama besar dan kekayaan sejatinya tidak datang begitu saja kepada Tahir. Ia merintis berbagai usaha di bawah bendera Mayapada Group dengan keringatnya sendiri.

Maklum, ia tak lahir dari keluarga ternama. Ayahnya dulu hanya seorang juragan becak dan ibunya menjaga toko sederhana. Namun ia beruntung, usaha kedua orang tuanya masih bisa menyekolahkannya ke Taiwan, meski tak sampai lulus.

Kepada CNNIndonesia.com, Tahir pernah membagi kisahnya. Semua bermula dari ide coba-cobanya berdagang ke Singapura hingga diterima di kampus terbaik di Singapura, Nanyang Technological University dan menikah dengan Rosa Riady, putri Mochtar Riady.

Setelah lulus, ia memulai gurita bisnisnya dengan membangun perusahaan leasing bernama Mayapada. Kemudian, turut membangun beberapa unit usaha lain di dalam negeri.

Mulai dari perbankan, media cetak, elektronik dan berbayar, properti, rumah sakit, hingga rantai toko bebas pajak (Duty Free Shopping/DFS). Berbagai unit usaha itu mampu dipertahankannya meski sempat terpapar badai krisis ekonomi pada 1998. Bahkan, setelah itu, Tahir bisa memperluas cabang unit usahanya ke Bali dan Singapura.

Kendati begitu, kekayaan yang dikumpulkannya tak melulu hanya dinikmati sendiri. Sebab, Tahir juga dikenal sebagai seorang filantropis.

Ia dikenal sangat peduli dengan bidang sosial untuk membantu masyarakat. Jiwa sosialnya ia tunjukkan dengan menggelar operasi jantung di RS Mayapada pada beberapa tahun lalu.

Tahir juga pernah tercatat memberi sumbangan ke The Global Fund dengan nilai mencapai US$75 juta. Sumbangan itu diberikan untuk melawan TBC, HIV, dan Malaria di Indonesia.

Tak hanya itu, ia juga bermitra dengan Bill & Melinda Gates Foundation sebagai salah satu penyumbang yayasan sosial milik miliarder terkaya di dunia, Bill Gates.

[Gambas:Video CNN] (uli/age)