Deretan BUMN yang Beranak Cucu, Selain Garuda dengan Tauberes

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Jumat, 13/12/2019 15:18 WIB
Deretan BUMN yang Beranak Cucu, Selain Garuda dengan Tauberes Menteri BUMN Erick Thohir melarang BUMN mendirikan anak usaha dan usaha patungan setelah skandal Ari Askhara, eks dirut Garuda terkuak. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri BUMN Erick Thohir melarang sementara (moratorium) pendirian anak usaha dan perusahaan patungan (joint venture) oleh perusahaan BUMN. Larangan sementara buntut dari banyaknya anak usaha dan cucu, serta usaha patungan, usai terkuaknya skandal eks dirut Garuda Indonesia yang menduduki kursi komisaris pada 6 anak dan cucu usaha, termasuk Garuda Tauberes.

Larangan sementara itu tertuang dalam Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-315/MBU/12/2019 tentang Penataan Anak Perusahaan atau Perusahaan Patungan di Lingkungan BUMN.

Aturan itu ditetapkan berlaku pada 12 Desember 2019. Dalam dokumen yang diteken oleh Erick, pemerintah akan melakukan penataan dan evaluasi terhadap seluruh anak usaha dan usaha patungan yang dimiliki BUMN agar lebih efektif ke depan.

"Mempertimbangkan keberadaan anak usaha dan perusahaan patungan yang memiliki bidang usaha atau fokus bisnis yang sama, perlu dikonsolidasikan dalam rangka efektivitas pengelolaannya," ujar Erick dalam Kepmen tersebut, Jumat (13/12).

Berdasarkan data yang dihimpun CNNIndonesia.com, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memiliki paling sedikit 15 anak usaha, antara lain Citilink Indonesia, GMF AeroAsia, Aerowisata, Cargo Garuda Indonesia, Garuda Sentra Medika, Aerowisata Catering Services, Aerofood ACS, Gapura Angkasa, dan Aerojasa Perkasa.

Daftar anak usaha Garuda itu belum termasuk cucu usaha dan usaha patungan. Antara lain Garuda Tauberes, Garuda Energi Logistik & Komersil, Garuda Indonesia Air Charter, dan Aero Hotel Management.

Sebetulnya, selain Garuda Indonesia, banyak juga perusahaan-perusahaan BUMN yang beranak pinak. PT Pertamina (Persero) misalnya, kata Erick, memiliki 142 anak usaha. Antara lain, Pertamina EP, Pertamina Geothermal Energy, Pertamina Hulu Energi.

Lalu, Pertamina EP Cepu, Pertamina EP Cepu ADK, Pertamina Drilling Services, Pertamina Internasional EP, Tugu Pratama Indonesia, Pertamina Dana Ventura, Pertamina Bina Medika, Patra Jasa, Pertamina Gas, Pertamina Lubricants, dan Pertamina Retail.

Dari nama-nama tersebut, Pertamina tak hanya menggeluti bisnis minyak dan gas bumi, atau produk turunannya, melainkan juga bisnis ritel, bisnis jasa keuangan non bank modal ventura dan asuransi umum.

Kemudian, mengutip wikipedia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI juga memiliki anak usaha, yakni Bank BRI Syariah, Bank BRI Agroniaga, BRI Life, dan BRI Remittance, BRI Multifinance, BRI Ventura Investama.

Lalu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memiliki grup usaha yang terdiri dari Bank Syariah Mandiri, Axa Mandiri, Bank Mandiri Taspen, Mandiri Securities, Bank Mandiri Asset Management, Asuransi Jiwa InHealth Indonesia, Mandiri Capital, Mandiri Tunas Finance, Mandiri Sekuritas, Estika Yasa Kelola.

Sementara, PT PLN (Persero) memiliki sedikitnya 11 anak usaha, yakni Indonesia Power, PT Pembangkitan Jawa Bali, PT PLN Batam, PT Indonesia Comnets Plus, PT PLN Tarakan, PT PLN Batubara, PLN Geothermal, Prima Layanan Nasional Enjiniring, Majapahit Holding BV, Haleyora Power, dan PT Pelayaran Bahtera Adhiguna.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk juga mencatat anak usaha berikut cucu usahanya, antara lain Telkomsel dengan cucu Telkomsel Finance BV, TSFL. Kemudian, Telkom Metra dengan cucu Telkom Sigma, Admedika, Finnet, Melon Indonesia, Patrakom, PINS, dan Infomedia.

Sedangkan anak usaha lainnya, Telin beranak Telin Hong Kong, Telin Singapore, Telin Timor Leste, Telkom Australia, Scicom, dan Telkom Infra bercucu Dayamitra, Telkom Property, dan Telkom Akses.
[Gambas:Video CNN]


(bir)