"Utang meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya (September) sebesar 10,4 persen, terutama dipengaruhi oleh transaksi penarikan neto ULN dan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, sehingga utang dalam rupiah tercatat lebih tinggi dalam denominasi dolar AS," tulis BI, Senin (16/12).
Pertumbuhan utang yang meningkat juga dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN pemerintah di tengah perlambatan ULN swasta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, utang swasta melambat. Per Oktober, pertumbuhannya 10,5 persen, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebesar 10,7 persen.
Lihat juga:Jokowi Klaim Sudah Kenali 'Mafia' Migas |
"Struktur utang Indonesia tetap sehat didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Kondisi tersebut tercermin dari rasio ULN terhadap PDB yang sebesar 35,8 persen, membaik dibandingkan rasio pada bulan sebelumnya," terang BI.
[Gambas:Video CNN] (bir)