Cegah Impor Mobil Mewah Ilegal, Menkeu Minta Tolong Singapura

CNN Indonesia | Rabu, 18/12/2019 09:03 WIB
Cegah Impor Mobil Mewah Ilegal, Menkeu Minta Tolong Singapura Sri Mulyani meminta bantuan Singapura dalam mengungkap kasus penyelundupan mobil mewah. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku akan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Singapura dalam upaya pencegahan penyelundupan kendaraan mewah. Alasannya, Singapura menjadi negara asal mobil dan motor mewah selundupan selain Jepang.

"Kami sudah bicara dengan Menteri Keuangan Singapura untuk melakukan kerja sama erat antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Singapura," katanya, Selasa (17/12).

Ia menyatakan kerja sama tersebut meliputi pertukaran data informasi. Pihak Bea dan Cukai Singapura akan memberikan informasi kepada Bea dan Cukai Indonesia jika mereka mendapati pengiriman barang yang mencurigakan.


"Kami lakukan semakin kuat sehingga mencegah kejadian-kejadian seperti ini karena mereka akan berikan lead information (informasi kunci) ke kami," katanya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyatakan antisipasi penyelundupan mobil dan motor sangat diperlukan. Pasalnya, sebagai negara kepulauan Indonesia memiliki banyak pintu masuk bagi barang-barang impor ilegal. Misalnya, jika pemerintah memperketat pengawasan pada Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta maka oknum importir nakal akan menjajal masuk dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

"Kami melihat di sebelah barat dan timur Indonesia merupakan tempat keluar masuk barang. Jadi ini adalah tantangan kami untuk bisa bekerja sama dengan seluruh instansi penegak hukum," ujarnya.

Selain dengan Singapura, ia menyatakan akan membentuk tim gabungan antara Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, Kejaksaan Agung, Kepolisian Republik Indonesia, dan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Mereka akan mengawal pengawasan barang impor ilegal.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menambahkan tidak hanya masuk melalui pelabuhan besar, impor barang ilegal juga mulai menyasar pelabuhan-pelabuhan kecil di pantai timur Sumatera hingga sungai-sungai kecil di wilayah tersebut.


"Maka kami minta juga ke Kapolri untuk membuat tim tertentu karena di tempat itu satu kontainer bisa masuk ke sungai-sungai kecil seperti penyelundupan narkoba," paparnya.

Ia juga menuturkan akan menambahkan tim dari Kementerian Perhubungan untuk mendukung tugas Bea dan Cukai, Kapolri, dan kejaksaan untuk melakukan pengamatan terhadap kemungkinan penyelundupan barang-barang tersebut.

"Modusnya sendiri sangat licik, dengan mengatakan batu bata dan sebagainya. Jadi memang kita harapkan tim di pelabuhan lebih kompak," ucapnya.

Sebagai informasi, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai telah menggagalkan 7 kasus penyelundupan puluhan mobil dan motor mewah ke Indonesia melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Dari total kasus tersebut, mayoritas atau sebanyak 6 kasus berasal dari Singapura.

Sementara itu, total perkiraan nilai barang selundupan melalui Tanjung Priok itu mencapai Rp21,62 miliar selama periode 2016-2019. Tercatat potensi kerugian dari kejahatan tersebut mencapai Rp48,81 miliar.

[Gambas:Video CNN] (ulf/sfr)