"Jadi berapa kali ini? 8 kali lipat dari yang lama. Kemudian kapasitasnya untuk penumpang, yang sebelumnya yang di sana itu 1,3 juta penumpang per tahun, di sini 7 juta penumpang per tahun. Kelihatannya loncatannya sangat tinggi," kata Jokowi dalam keterangan resmi, Rabu (18/12).
Jokowi mengaku kaget setelah melihat wajah baru bandara tersebut. Terminal baru bandara memiliki luas 77.000 meter persegi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Artinya, bandara yang baru ini mungkin tidak ada 10 tahun lagi harus dibangun yang lebih gede lagi," ujarnya.
Intan Jadi Daya Tarik
Kepala negara menyebut banyak masyarakat yang tertarik ke wilayah Kalimantan Selatan lantaran memiliki intan. Jokowi menyebut Martapura, Banjar, dan Banjarbaru menjadi wilayah penghasil intan.
Jokowi kembali mengingatkan pentingnya pembangunan infrastruktur bagi sebuah negara. Menurutnya, Indonesia tak akan bisa bersaing dengan negara lain jika tertinggal dalam pembangunan infrastruktur.
"Kalau kita kalah, daya saing kita kalah, ya jangan bermimpi kita jadi negara maju. Bersaing infrastruktur kita kalah? Ya sudah lupakan. Nanti bersaing SDM kita kalah? Ya lupakan," tegasnya.
Menurutnya, setelah infrastruktur terbangun, giliran pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten, dan kota, yang melanjutkannya dengan menyambungkan ke kawasan pertanian, perikanan, sentra industri kecil dan industri besar, hingga kawasan wisata.
"Kalau di sini ada kawasan wisata, sambungkan ke sana. Ada kawasan industri, sambungkan ke sana. Dan itu adalah tugas provinsi, kabupaten, dan kota setelah ini rampung," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (fra/agt)