Harga Minyak Menanjak Karena Pasokan di AS Melorot

CNN Indonesia | Kamis, 19/12/2019 07:19 WIB
Harga Minyak Menanjak Karena Pasokan di AS Melorot Harga minyak mentah dunia kembali naik pada perdagangan Rabu (18/12), karena pasokan di AS yang melorot. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga minyak mentah dunia kembali naik pada perdagangan Rabu (18/12). Hal ini khususnya untuk minyak berjangka Brent yang menguat tipis menjadi US$66,17 per barel.

Mengutip Antara, pergerakan harga minyak dipengaruhi oleh menurunnya pasokan di Amerika Serikat (AS) sebesar 1,1 juta barel menjadi 446,8 juta barel. Realisasi itu sebenarnya lebih kecil dari ekspektasi analis yang mencapai 1,3 juta barel.

Sementara, Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan persediaan bensin meningkat 2,5 juta barel menjadi 237,3 juta barel. Begitu juga dengan minyak sulingan yang tercatat naik 1,5 juta barel menjadi 125,1 juta barel.

Selain itu, kesepakatan damai dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China juga masih menggerakkan harga minyak. Pasar berharap perjanjian dua negara itu mengerek permintaan minyak di global.

Penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow sebelumnya mengatakan proses perjanjian perdagangan antara AS dan China fase pertama sudah selesai. Ia memproyeksi ekspor AS ke China akan melonjak pasca kesepakatan tersebut.

China telah berkomitmen untuk menaikkan pembelian produk dari AS. Hanya saja, pemerintah China belum merinci lebih detail potensi besaran nilai impor dari AS pasca kesepakatan damai dagang.

Kemudian, sentimen lainnya untuk harga minyak berasal dari Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC) dan sekutunya yang menambah penurunan produksi minyak sebesar 500 ribu barel per hari pada awal tahun depan.

Sebelum ada penambahan pemangkasan, total penurunan produksi minyak hanya 1,2 juta barel. Setelah ditambah dengan komitmen baru OPEC dan sekutunya, total penurunan produksi menjadi 1,7 juta barel.

Informasi saja, harga minyak pada perdagangan sebelumnya melesat lebih dari 1 persen. Harga minyak berjangka Brent dan WTI masing-masing menguat 1,2 persen.
[Gambas:Video CNN]


(aud/bir)