Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan proyeksi tersebut kemungkinan akan tercapai karena ada potensi kenaikan permintaan tahun depan. Kenaikan permintaan akan didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang diramal lebih tinggi dari tahun ini.
"Sebab ekonomi global dan ekspor juga akan meningkat. Konsumsi akan bagus dan investasi akan bagus," kata Perry, Kamis (19/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perry mengklaim di tengah potensi peningkatan permintaan tersebut, perbankan siap menyalurkan kredit lebih banyak tahun depan.
Permintaan kredit melambat pada Oktober kemarin. Kondisi tersebut tercermin dari penyaluran kredit pada Oktober 2019 yang hanya tumbuh 6,53 persen. Realisasi itu melambat dibandingkan September 2019 yang mencapai 7,8 persen.
[Gambas:Video CNN]
Sementara, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross industri perbankan per Oktober 2019 di level 2,73 persen. Angka itu naik tipis dibandingkan September 2019 yang sebesar 2,66 persen.
Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK Slamet Edy Purnomo mengatakan kenaikan NPL gross industri perbankan dipengaruhi oleh sektor pengolahan yang meningkat dari 2,52 persen pada Desember 2018 menjadi 4,12 persen pada Oktober 2019.
"NPL gross sektor perdagangan juga naik dari 3,57 persen menjadi 3,92 persen. Kalau yang lain ada perikanan tapi tidak signifikan," pungkas Slamet.
Lihat juga:Jokowi Sindir Bank Rekayasa Penyaluran KUR |
(aud/agt)