PLN Rela Kena Penalti Jika Gagal Pasok Listrik ke Smelter

CNN Indonesia | Jumat, 20/12/2019 18:34 WIB
PLN menyatakan siap menyediakan pasokan tenaga listrik untuk pembangunan industri smelter. Ilustrasi pasokan listrik. ((ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT PLN (Persero) Tbk menyatakan siap menyediakan pasokan tenaga listrik untuk pembangunan industri smelter. Bahkan, perusahaan rela dikenakan penalti jika pasokan tidak tersedia.

"Seiring dengan industri smelter yang berkembang, kami juga mohon komitmennya. Sama-sama, kapan pun PLN akan best effort siapkan listrik. Apabila tidak siap, kami siap dipenalti," ungkap Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani di Rapat Koordinasi Kesiapan PLN Melistriki Industri Smelter di Jakarta, Jumat (20/12).

Sripeni mengaku telah PLN melakukan koordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR), serta Badan Pertanahan Nasional (BPN).


Tujuannya, lanjut Sripeni, untuk mengkaji bentuk perjanjian kerja sama dengan tujuan memudahkan pembebasan lahan transmisi.

"(Pembebasan lahan) ini banyak terkendala pembebasan lahan tapak tower dan pembersihan row. Tentunya dengan ATR ini mempercepat karena Kementerian ATR ini komitmen. Mudah-mudahan progres kami yang telat bisa kami kejar," kata dia.

Transmisi sendiri merupakan upaya pertama pihaknya untuk mendukung industri smelter. Sebagai langkah awal, PLN berencana akan menggenjot transmisi di daerah Sulawesi untuk mengebut pembangunan Industri Smelter bagian Timur.

Dia juga menugaskan Direktur Regional Sulawesi dan Kalimantan untuk memasok tenaga listrik murah, salah satunya di Sulawesi Tenggara.

"Ini adalah PR kami, yang mudah-mudahan selesai 2020," ujar Syamsul Huda.

Sedangkan untuk antisipasi kenaikan kebutuhan listrik, PLN juga akan menambah pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah Sulawesi dengan pembangkit dengan kapasitas total 5.422 MW.

Menurut Sripeni, kesiapan PLN dalam menyelesaikan industri smelter sejalan dengan target perseroan untuk menjadikan tarif murah bagi ketenagalistrikan pada industri besar.

"Tentunya kami dapat KPI (Key Performance Index) bahwa tarif industri besar harus termurah di ASEAN. Tentunya KPI ini enggak main-main kami enggak bisa hanya menaruh angka saat ini alhamdulilah lebih baik dari negara-negara ASEAN," imbuhnya.

Saat ini,  total pasokan listrik‎ nasional yang tersedia mencapai 62.372 Mega Watt (MW), dengan transmisi 56.899 Kilo Meter sirkit (KMs), dan jaringan distribusi 58.081 Mega Volt Ampere (MVA).

Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Perencanaan Pembangunan Infrastruktur dan Investasi Triharyo Soesilo mengungkap masih terdapat 50 proyek smelter yang belum terselesaikan dari total 67 proyek smelter di tanah air.

"Yang sudah jalan 100 persen baru 17. Jadi yang belum itu ada sekitar 50 smelter, (jumlahnya) masih sangat besar," ungkap Triharyo.

Saat ini, PLN merencanakan untuk membangun klaster pembangkit di daerah Kruen Raya, Nias, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan, Maluku, serta Papua dalam mendukung pembangunan smelter-smelter yang tersebar di wilayah Timur.

[Gambas:Video CNN] (ara/age)