Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp13.982 per dolar AS atau melemah dari kemarin di Rp14.978 per dolar AS.
Rupiah menguat bersama sejumlah mata uang Asia, seperti ringgit Malaysia yang menguat 0,06 persen dan peso Filipina 0,04 persen. Lalu, dolar Hong Kong menguat 0,04 persen, dolar Singapura 0,03 persen, dan rupee India 0,02 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analis sekaligus Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah berhasil menguat berkat beberapa sentimen dari luar negeri yang menekan dolar AS. Pertama, kelanjutan negosiasi antara Amerika Serikat dan China.
"Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa ia dan Presiden China Xi Jinping akan mengadakan upacara untuk menandatangani kesepakatan perdagangan yang baru-baru ini dicapai," ucapnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (26/12).
Ketiga, bank sentral AS, The Federal Reserve kembali memberi sinyal penurunan tingkat suku bunga acuan pada tahun depan. Keempat, pasar kembali mendapat ketidakpastian Inggris keluar dari Uni Eropa.
Sementara dari internal, pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang cenderung kondusif jelang akhir tahun. "Libur Natal masih mengisyaratkan bahwa pelaku pasar masih enggan untuk masuk pasar sehingga fluktuasi mata uang Garuda tidak terlalu besar jaraknya," katanya.
Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak di rentang Rp13.490 per dolar AS sampai Rp13.990 per dolar AS pada esok hari.
[Gambas:Video CNN]
(uli/sfr)