Penguatan Bursa AS Angkat Rupiah ke Rp13.965 per Dolar

CNN Indonesia | Senin, 23/12/2019 08:52 WIB
Rupiah menguat 0,09 persen ke Rp13.965 per dolar AS pada Senin (23/12) pagi. Rupiah menguat ke Rp13.965 per dolar AS di awal pekan. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah menguat ke Rp13.965 per dolar AS atau sebesar 0,09 persen pada perdagangan pasar spot, Senin (23/12) pagi. Sebelumnya, posisi rupiah berada di Rp13.978 per dolar AS pada penutupan pasar pada Jumat (20/12).

Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Won Korea terpantau melemah 0,18 persen, lira Turki 0,02 persen, serta dolar Hong Kong dan dolar Singapura juga turut melemah 0,04 persen.

Sementara itu penguatan terjadi pada peso Filipina sebesar 0,04 persen, dan yen Jepang yang menguat tipis 0,01 persen terhadap dolar AS.


Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar menguat terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris terpantau menguat 0,03 persen, dolar Australia 0,04 persen, dan dolar Kanada menguat 0,05 persen. Pelemahan hanya terjadi pada euro sebesar 0,02 persen terhadap dolar AS.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai penguatan rupiah disebabkan oleh sentimen positif dari penguatan bursa saham AS.

"Penguatan di bursa saham AS bisa menjadi indikasi bahwa sentimen positif sedang membayangi pergerakan aset berisiko," kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (23/12).

Selain itu, Ariston juga mengatakan penguatan rupiah juga didorong oleh kemajuan kesepakatan dagang AS dan China dengan adanya prospek implementasi kesepakatan dagang fase 1.

Prospek tersebut diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada Jumat (20/12) malam lalu. Lebih lanjut, Ariston memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.950 hingga Rp14.030 per dolar AS.

[Gambas:Video CNN] (ara/agt)