Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.993 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi Kamis (19/12), yakni Rp13.983 per dolar AS.
Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Tercatat, peso Filipina melemah sebesar 0,29 persen, rupee India 0,17 persen, dolar Hong Kong 0,05 persen, dan ringgit Malaysia 0,04 persen. Selanjutnya, pelemahan juga terjadi pada dolar Singapura sebesar 0,04 dan yuan China melemah tipis 0,01 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Asing Borong Saham, IHSG Terbang ke 6.284 |
Ibrahim menilai pemerintah telah berhasil menetralisir kondisi ekonomi global dan berhasil menstabilkan ekonomi dalam negeri, walaupun jatuh tempo hutang pemerintah dan swasta berada di akhir tahun.
"Namun data tersebut bisa mengangkat sentimen positif terhadap mata uang Garuda. Ini bukti nyata bahwa ekonomi dalam negeri tetap terjaga dengan baik," kata Ibrahim saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (20/12).
"Tapi, beberapa pendapat menyebut kemungkinan Trump akan selamat dari persidangan di Senat yang dipimpin GOP, yang diperkirakan akan memilih pada bulan Januari," ujarnya.
Selanjutnya, ia mengatakan saat ini pasar menunggu pembacaan laporan estimasi final PDB AS untuk kuartal ketiga yang akan dirilis malam ini.
"Akan menjadi data utama terakhir sebelum pasar menetap dengan mantap ke dalam derasnya musim liburan minggu depan," jelasnya.
Lebih lanjut, Ibrahim berpendapat dalam perdagangan pasar spot Senin (23/12) depan, rupiah kemungkinan akan melemah akibat data eksternal yang kuat di kisaran Rp13.982 hingga Rp14.035 per dolar AS.
[Gambas:Video CNN] (ara/sfr)