Sentimen Positif Perkuat Rupiah ke Rp13.978 per Dolar AS

CNN Indonesia | Jumat, 20/12/2019 16:45 WIB
Sentimen Positif Perkuat Rupiah ke Rp13.978 per Dolar AS Nilai tukar rupiah menguat ke level Rp13.978 per dolar AS pada perdagangan Jumat (20/12) sore. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah bertengger di level Rp13.978 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Jumat (20/12) sore. Posisi tersebut menguat sebesar 0,05 persen dibandingkan nilai pada penutupan perdagangan pada Kamis (19/12).

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.993 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi Kamis (19/12), yakni Rp13.983 per dolar AS.

Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Tercatat, peso Filipina melemah sebesar 0,29 persen, rupee India 0,17 persen, dolar Hong Kong 0,05 persen, dan ringgit Malaysia 0,04 persen. Selanjutnya, pelemahan juga terjadi pada dolar Singapura sebesar 0,04 dan yuan China melemah tipis 0,01 persen.


Sementara itu, penguatan terjadi pada won Korea sebesar 0,46 persen, lira Turki 0,30 persen, baht Thailand sebesar 0,06 persen, diikuti yen Jepang serta dolar Taiwan menguat tipis 0,02 persen terhadap dolar AS.

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar terpantau menguat terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,20 persen, dan dolar Australia sebesar 0,14 persen. Pelemahan hanya terjadi pada dolar Kanada sebesar 0,10 persen, dengan euro yang berada di posisi stagnan terhadap dolar AS.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah disebabkan oleh sentimen positif dari sisi domestik, yakni kestabilan ekonomi.

Ibrahim menilai pemerintah telah berhasil menetralisir kondisi ekonomi global dan berhasil menstabilkan ekonomi dalam negeri, walaupun jatuh tempo hutang pemerintah dan swasta berada di akhir tahun.

"Namun data tersebut bisa mengangkat sentimen positif terhadap mata uang Garuda. Ini bukti nyata bahwa ekonomi dalam negeri tetap terjaga dengan baik," kata Ibrahim saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (20/12).

Kendati demikian, Ibrahim menyebut pasar merespon negatif atas ketidakpastian politik yang disebabkan oleh pemungutan suara DPR AS untuk memakzulkan Presiden Donald Trump.

"Tapi, beberapa pendapat menyebut kemungkinan Trump akan selamat dari persidangan di Senat yang dipimpin GOP, yang diperkirakan akan memilih pada bulan Januari," ujarnya.

Selanjutnya, ia mengatakan saat ini pasar menunggu pembacaan laporan estimasi final PDB AS untuk kuartal ketiga yang akan dirilis malam ini.

"Akan menjadi data utama terakhir sebelum pasar menetap dengan mantap ke dalam derasnya musim liburan minggu depan," jelasnya.

Lebih lanjut, Ibrahim berpendapat dalam perdagangan pasar spot Senin (23/12) depan, rupiah kemungkinan akan melemah akibat data eksternal yang kuat di kisaran Rp13.982 hingga Rp14.035 per dolar AS.

[Gambas:Video CNN] (ara/sfr)