Jiwasraya Bakal Jual Saham 'Murah' Demi Raup Rp5,6 T

CNN Indonesia | Kamis, 26/12/2019 19:33 WIB
Jiwasraya Bakal Jual Saham 'Murah' Demi Raup Rp5,6 T Arya menyebut Jiwasraya akan menjual portofolio saham bervaluasi rendah untuk mendapatkan dana Rp5,6 triliun. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) akan melepas portofolio saham yang memiliki valuasi rendah (undervalue). Penjualan itu ditargetkan mendatangkan dana segar sebesar Rp5,6 triliun.

Staf Ahli Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengungkapkan pemerintah belum menentukan waktu penjualan saham undervalue yang dimiliki oleh Jiwasraya. Aksi itu baru akan dilakukan ketika harga sahamnya sudah lebih baik agar tak terlalu rugi.

"Kapan jual saham belum tahu, masih lihat nilainya tunggu tinggi dulu. Tergantung pasar. Pokoknya nilainya sampai Rp5,6 triliun," ucap Arya, Kamis (26/12).


Salah satu portofolio saham yang akan dilepas, sambung Arya, adalah PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM). Mengutip RTI Infokom, harga saham perusahaan hanya bergerak di level Rp50 per saham sepanjang Desember 2019, tepatnya Rp50 per saham sampai Rp53 per saham.

Sejak awal 2019 hingga perdagangan terakhir, Kamis (26/12), harga saham Trada Alam Minera tercatat anjlok 70,59 persen. Kemudian, satu bulan terakhir melemah 3,85 persen.

Menurut Arya, penjualan saham dilakukan untuk memperbaiki kondisi keuangan Jiwasraya. Ini menjadi satu dari tiga strategi yang sedang dilakukan pemerintah, selaku pemegang saham mayoritas di Jiwasraya dalam menyehatkan kembali perusahaan.

"Tapi untuk saham-saham detailnya masih kami data apa saja," imbuh Arya.

Sementara, upaya lainnya adalah dengan menjual saham anak usaha Jiwasraya, yaitu Jiwasraya Putra kepada investor dengan target nilai Rp3 triliun. Penjualan saham anak usaha diharapkan rampung pertengahan tahun depan.

Saat ini, Jiwasraya sedang menggelar uji tuntas (due dilligence) terhadap lima investor yang akan masuk ke Jiwasraya Putra.

Selanjutnya, pemerintah akan membentuk induk usaha (holding) BUMN asuransi demi menyelamatkan keuangan Jiwasraya. Dari holding ini, diharapkan ada kucuran dana segar per tahunnya sebesar Rp2 triliun.

"Holding asuransi ini kan targetnya ada dana masuk Rp2 triliun ke Jiwasraya. Ini selama empat tahun, sehingga totalnya Rp8 triliun," katanya.

Arya bilang target pembentukan holding asuransi paling lambat dilakukan sebelum Agustus 2020. Menurutnya, seluruh perusahaan asuransi BUMN akan menjadi bagian dalam holding tersebut.

"Siapa induknya belum tahu," imbuh Arya.

Arya berujar seluruh dana segar yang didapat akan digunakan untuk membayar utang pokok Jiwasraya kepada nasabah.

"Jadi nasabah dibayar pokoknya dulu, tidak sama bunga. Totalnya yang dibutuhkan pokoknya Rp15,7 triliun," jelas dia.

Lebih lanjut, ia menambahkan saat ini total aset Jiwasraya sebesar Rp23,26 triliun dengan liabilitas mencapai Rp50,5 triliun. Aset perusahaan paling banyak ditempatkan di sejumlah saham yang tidak likuid atau tak laris di pasar, sedangkan mayoritas likuiditas berasal dari klaim produk asuransi saving plan.

[Gambas:Video CNN] (aud/sfr)