Erick Thohir akan Kawinkan Jiwasraya dengan Investor Baru

CNN Indonesia | Senin, 23/12/2019 13:10 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir bakal mempertemukan Asuransi Jiwasraya dengan investor baru usai berhasil membentuk holding asuransi. Menteri BUMN Erick Thohir bakal mempertemukan Asuransi Jiwasraya dengan investor baru usai berhasil membentuk holding asuransi. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan bakal mempertemukan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dengan investor baru usai berhasil membentuk holding asuransi dengan para perusahaan pelat merah. Hal ini dilakukan sebagai langkah jangka panjang untuk menyelamatkan perusahaan asuransi negara dari lilitan masalah keuangan.

Sementara pembentukan holding asuransi rencananya akan diputuskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari ini, Senin (23/12). Pembentukan itu dilakukan usai kepala negara menerima laporan dari Erick dan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin di Istana Kepresidenan pada siang ini.

"Insya Allah hari ini akan ada persetujuan dari presiden untuk pembentukan holding asuransi, nanti ada langkah kedua dan ketiga juga. Investor itu step kedua," ujar Erick di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.


Sayangnya, Erick enggan memberi penjelasan lebih lanjut terkait rencana menggandeng investor untuk Jiwasraya ke depan. Ia juga enggan merinci kapan target itu bisa direalisasikan.

Begitu pula dengan estimasi nilai kerja sama dan hasil penyelamatan yang sekiranya bisa dicapai dengan solusi tersebut. Ia hanya meminta publik untuk memberi waktu kepada pemerintah dalam menyelesaikan berbagai masalah di perusahaan asuransi negara itu.

Sementara dari pembentukan holding asuransi, ia memperkirakan nantinya bisa menghasilkan likuiditas sekitar Rp1,5 triliun sampai Rp2 triliun per tahun. Dana ini rencananya akan digunakan sebagai arus kas dalam menyelesaikan tunggakan klaim nasabah.

"Kalau ini diteken, prosesnya mungkin satu, dua bulan, supaya prosesnya cash flow-nya ada, supaya kita yakinkan bahwa uang itu kita carikan jalan walaupun bayangkan apakah itu menjadi bagian skenario pemerintah kan tidak, itu oknum, tetapi pemerintah hadir untuk rakyat, bertanggung jawab untuk memberikan solusi," tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyatakan Jiwasraya tengah menggelar uji tuntas alias due diligence terhadap lima calon investor. Target, uji tuntas akan selesai pada bulan ini.

"Mereka lagi proses. Ada lima investor, empat dari luar negeri dan satu dalam negeri," ucap Tiko, begitu ia akrab disapa.

Kendati begitu, mantan direktur utama Bank Mandiri itu enggan membocorkan siapa saja lima calon investor yang akan masuk ke perusahaan asuransi pelat merah yang tengah 'berdarah-darah' kinerja keuangannya itu. Ia hanya menyatakan usai uji tuntas, maka proses akan berlanjut ke penawaran (bid).

"Jangan lah kalau diomongin tidak mau, ini kan soal credential (mandat). Pokoknya Desember ini, Januari kasih bid (tawaran), semoga Desember sudah selesai," ungkapnya.

Sementara Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengaku sudah mengetahui proses uji tuntas yang digelar Jiwasraya. Namun, seperti halnya Tiko, Wimboh juga enggan memberi kisi-kisi mengenai calon investor Jiwasraya.

"Nanti tunggu Jiwasraya kalau sudah selesai pasti dia laporkan. Dari dulu kan kami memang minta agar segera calon investor yang jadi pembicaraan agar dieksekusi, lalu dilaporkan," katanya kepada CNNIndonesia.com.

Di sisi lain, ketua wasit lembaga jasa keuangan itu ingin Jiwasraya dapat segera menyelesaikan proses pencarian investor untu masuk ke anak usaha, PT Jiwasraya Putra.

"Ini kan investor yang masuk ke Jiwasraya Putra, ya kami tinggal tunggu hasil. Tapi ya lebih cepat lebih bagus," tuturnya.

Masalah keuangan Jiwasraya bermula ketika perseroan menunda pembayaran klaim produk saving plan yang dijual melalui tujuh bank mitra (bancassurance) senilai Rp802 miliar per Oktober 2018. Di tengah penyelesaian kasus Jiwasraya, Kementerian BUMN justru melaporkan indikasi kecurangan dalam tubuh Jiwasraya ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

Pasalnya, Kementerian BUMN fakta bahwa ada sejumlah aset perusahaan yang diinvestasikan secara tidak hati-hati (prudent). Selain itu, Jiwasraya juga sempat mengeluarkan produk asuransi yang menawarkan imbal hasil (return) cukup tinggi kepada nasabah.

Hal inilah yang membuat Jiwasraya mengalami tekanan likuiditas beberapa waktu terakhir sehingga terpaksa menunda pembayaran klaim kepada nasabahnya.

[Gambas:Video CNN] (age)