Ikut Bongkar Kasus, Erick Thohir Lindungi Dirut Jiwasraya

CNN Indonesia | Senin, 23/12/2019 12:07 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan akan melindungi Dirut Hexana Tri Sasongko karena ikut membongkar kasus Jiwasraya. Menteri BUMN Erick Thohir akan melindungi Hexana Tri Sasongko karena ikut membongkar kasus Jiwasraya. (ANTARA FOTO/INASGOC/Paramayuda)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan bakal melindungi Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Hexana Tri Sasongko selama proses penyelidikan masalah keuangan perusahaan. Perlindungan diberikan karena Hexana dianggap sebagai orang berperan dalam pengusutan masalah keuangan di perusahaan asuransi pelat merah.

Erick mengatakan pemerintah akan melindungi Hexana karena ia sudah berani membuka seluk beluk masalah keuangan yang sudah bertahun-tahun  terjadi di Jiwasraya. Selain itu, perlindungan juga diberikan agar Hexana tidak mendapat tekanan dari berbagai pihak yang tidak suka atas upaya pemerintah membongkar kasus Jiwasraya.

"Beliau harus kita jaga karena beliau kan mohon maaf, yang membuka, gitu loh. Nah ini kita harus lindungi beliau karena jangan sampai beliau ada tekanan-tekanan, karena beliau orang baik, terbukti mau kerja," ucap Erick di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (23/12).


Sementara terkait nasib jajaran direksi lain, Erick enggan mengatakan apakah pemerintah juga akan memberikan perlindungan yang sama bagi mereka.

"Yang penting Pak Hexana yang sekarang sudah berbuat bagus," imbuhnya.

Sekadar mengingatkan, Jiwasraya sedang mengalami masalah keuangan. Karena kondisi tersebut mereka gagal membayar klaim nasabahnya untuk produk saving plan.

Produk yang dijual melalui jalur kerja sama dengan bank mitra ini melibatkan tujuh bank, yakni BRI, BTN, Bank DBS Indonesia, KEB Hana Bank Indonesia, Bank QNB Indonesia, Standard Chartered Bank Indonesia, dan Bank Victoria.

Pada Oktober 2018 lalu, perseroan meminta penundaan pembayaran klaim polis jatuh tempo sebesar Rp802 miliar akibat tekanan likuiditas tersebut.  Jaksa Agung ST Burhanuddin  mengatakan masalah keuangan disebabkan oleh pelanggaran prinsip kehati-hatian dalam investasi.

Pelanggaran dilakukan dengan menginvestasikan dana nasabah di aset berisiko. Salah satu investasi dilakukan dengan menempatkan 22,4 persen atau Rp5,7 triliun  di saham.

"Untuk mengejar keuntungan tinggi, antara lain 95 persen dari dana kelolaan di saham ditempatkan pada pilihan saham-saham buruk. Cuma 5 persen saja yang ditaruh di saham dengan kinerja baik," ujarnya, Rabu (18/12).

Untuk mengatasi masalah dana nasabah tersebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan membentuk holding perusahaan asuransi pelat merah untuk menyelamatkan perusahaan. Hal ini diungkap langsung oleh Erick Thohir.

Rencananya, kepastian itu akan muncul pada siang ini usai Erick bertemu dengan kepala negara dan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin. Erick mengatakan pembentukan holding dilakukan agar perusahaan memiliki tambahan likuiditas yang selanjutnya bisa digunakan untuk membayar tunggakan klaim nasabah.

"Insya Allah akan ada persetujuan dari Presiden pada hari ini. Itu langkah awal dulu, dari situ mungkin nanti ada dana Rp1,5 triliun-Rp2 triliun per tahun. Supaya prosesnya cash flow-nya ada, supaya kita yakinkan bahwa uang itu kita carikan jalan. Pemerintah akan hadir untuk rakyat, bertanggung jawab untuk memberikan solusi," katanya.

[Gambas:Video CNN] (uli/agt)