Beda Uang Sangu 6 Bulan Bagi Korban PHK dengan Kartu Prakerja

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Jumat, 27/12/2019 15:30 WIB
Beda Uang Sangu 6 Bulan Bagi Korban PHK dengan Kartu Prakerja Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap beda unemployment benefit sangut 6 bulan bagi korban PHK dengan kartu Prakerja. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Bogor, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan uang sangu selama 6 bulan kepada korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau disebut unemployment benefit. Program ini berbeda dengan program Kartu Prakerja bagi pengangguran yang sebelumnya juga dicetuskan Jokowi.

Lalu, apa perbedaannya? Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap perbedaan kedua program.

Pertama, dari sisi penerima manfaat. Airlangga mengatakan program unemployment benefit hanya bisa dinikmati oleh pekerja yang menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari perusahaan.

Syaratnya, pekerja dan perusahaan pemberi kerja terdaftar dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Sebab, pemberian dana dari program ini akan menjadi manfaat tambahan dari fasilitas kepesertaan perusahaan peralihan PT Jamsostek (Persero) tersebut.

"Apabila perusahaan tutup atau tidak bisa bersaing, maka ada jaminan tenaga kerja dari Jamsostek (sekarang BPJS Ketenagakerjaan), akan melakukan cash benefit, mendapatkan upah enam bulan," ujarnya di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (27/12).

Sementara, program Kartu Prakerja sejatinya lebih membidik para lulusan SMA, SMK, dan perguruan tinggi yang belum mendapat pekerjaan. Harapannya, sembari mereka mencari kerja, pemerintah dapat menambahkan keterampilan melalui pelatihan singkat berdurasi tiga sampai enam bulan.

"Mereka yang di luar job market (pasar kerja) mau masuk lapangan pekerjaan itu dengan Kartu Prakerja," terang Airlangga.

Kedua, pemberian dana. Dana di program unemployment benefit akan diberikan dalam bentuk manfaat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Dana ini sejatinya merupakan manfaat dari iuran kepesertaan yang sebelumnya sudah dibayar pekerja ketika masih aktif bekerja di perusahaan yang juga terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

"Nanti ditambahkan jaminan kehilangan pekerjaan, tapi tidak ada tambahan iuran, manfaatnya termasuk cash benefit selama enam bulan," katanya.

Kendati begitu, belum ada kejelasan formula dan besaran aktuaria untuk dana manfaat yang bisa diterima oleh peserta program unemployment benefit. Airlangga mengatakan hal ini masih jadi kajian pemerintah. "Nanti disiapkan skemanya pembayaran enam bulan besarannya berapa," imbuhnya.

Sementara pemberian dana di program Kartu Prakerja murni dana pemerintah yang diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Alokasi yang disiapkan mencapai Rp10 triliun untuk keseluruhan program.

Nantinya peserta akan mendapatkan sekitar Rp500 ribu per bulan selama masa pelatihan. Sementara jumlah peserta diperkirakan mencapai dua juta orang.
[Gambas:Video CNN]
Ketiga, mekanisme pemberian dana manfaat dan pelatihan. Airlangga menjelaskan program unemployment benefit akan lebih dulu memberikan dana manfaat baru setelah itu memberikan pelatihan. Sementara program Kartu Prakerja konsepnya memberikan pelatihan dengan bonus dana insentif.

"Benefitnya mirip, tapi terbalik. Kalau Kartu Prakerja itu training dulu baru diberikan honor sampai dia kerja, ada waiting time. Kalau ini (unemployment benefit) sambil waiting time diberikan dulu karena mereka sudah bekerja dan sudah bayar iuran selama enam bulan, kemudian training dan job placement," jelasnya.

Kendati begitu, keduanya merupakan program baru yang akan dituangkan dalam omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Lapangan Kerja. Rencananya draf itu akan disodorkan ke DPR pada pertengahan Januari 2020 sehingga bisa segera dibahas dan berlaku secepatnya.


(bir/bir)