Kemenkeu Ungkap Penerimaan Bea dan Cukai 2019 Lampaui Target

CNN Indonesia | Selasa, 31/12/2019 21:46 WIB
Kemenkeu Ungkap Penerimaan Bea dan Cukai 2019 Lampaui Target Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi menyatakan penerimaan bea dan cukai sepanjang 2019 telah melampaui target. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi menyatakan penerimaan bea dan cukai sepanjang 2019 telah melampaui target. Tahun ini, target penerimaan bea dan cukai dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dipatok sebesar Rp208,8 triliun.

"Kami belum bisa sampaikan angka detailnya. Tapi alhamdulillah bea dan cukai sudah lampaui target, meskipun tentunya angkanya belum bisa kami sampaikan," katanya, Selasa (31/12) malam.

Heru merincikan penerimaan tersebut ditopang oleh setoran cukai minuman mengandung etil alkohol (MMEA) dan cukai rokok. Ia bilang dua jenis cukai tersebut melampaui target, namun belum merincikan angka penerimaannya. Tercatat, target penerimaan cukai MMEA sebesar Rp5,9 triliun dan cukai rokok sebesar Rp158,8 triliun.


"Kinerja cukai rokok maupun minuman juga didorong oleh effort (upaya) penertiban rokok dan minuman ilegal," tuturnya.

Tahun depan, ia menuturkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan melanjutkan strategi tahun-tahun sebelumnya yakni meningkatkan sinergi dengan Direktorat Jenderal Pajak. Selain itu, pihaknya akan meneruskan gempuran terhadap rokok dan minuman ilegal.

Tahun lalu, penerimaan bea dan cukai juga mengalami surplus sebesar 105,8 persen. Penerimaan bea dan cukai sebesar Rp205,35 triliun dari target Rp194,10 triliun. Sedangkan tahun depan, pemerintah mematok target penerimaan bea dan cukai dalam APBN 2020 sebesar Rp221,9 triliun.

Untuk diketahui, pemerintah mengerek naik cukai rokok mulai pada 1 Januari 2020. Itu berarti, harga rokok bakal naik mulai esok hari. Kebijakan tersebut resmi ditetapkan pada Oktober 2019 lalu melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152/PMK.010/2019 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas PMK 146/2017.

Berdasarkan aturan main tersebut, rata-rata cukai naik 23 persen. Rinciannya, tarif CHT Sigaret Kretek Mesin (SKM) naik sebesar 23,29 persen, Sigaret Putih Mesin (SPM) naik 29,95 persen, dan kenaikan Sigaret Kretek Tangan (SKT) atau Sigaret Putih Tangan sebesar 12,84 persen.

[Gambas:Video CNN] (ulf/age)