Saat itu, ia baru saja ditunjuk sebagai menteri keuangan oleh Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sri Mulyani kembali mengenang aktivitasnya saat mengunjungi kantor DJBC di Tanjung Priok pada 2004-2005 silam.
Menurutnya, banyak karyawan DJBC yang merangkap sebagai makelar. Tak jarang, mereka juga bekerja sama dengan calo yang 'nongkrong' di kantor DJBC Tanjung Priok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Indonesia tuh apa-apa dimanfaatkan, misalnya DAK penyalurannya sering dianggap butuh lobi-lobi. Padahal ada sistem online dalam penyalurannya," tutur Sri Mulyani.
Oleh karena itu, Sri Mulyani berpendapat perlu ada perbaikan di sistem anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dengan begitu, tak ada kesalahan dalam pencairan anggaran.
"Reformasi bidang belanja negara harus dilakukan. Kami dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sudah bertemu untuk perbaiki sistem," pungkas Sri Mulyani.
[Gambas:Video CNN] (aud/agt)