IHSG Diproyeksi Perkasa Buka Perdagangan Awal 2020

CNN Indonesia | Kamis, 02/01/2020 08:13 WIB
IHSG Diproyeksi Perkasa Buka Perdagangan Awal 2020 IHSG diproyeksi bangkit mengawali perdagangan perdananya pada 2020, karena aksi beli ramai. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bangkit (rebound) mengawali perdagangan perdana pada 2020. Investor diperkirakan kembali melakukan aksi beli setelah indeks saham terkoreksi pada perdagangan penutupan tahun.

Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menyatakan investor tidak perlu ragu karena IHSG berpeluang menghijau dalam jangka panjang. Terlebih, dana asing juga terus masuk ke pasar modal Indonesia.

"Dalam jangka panjang IHSG masih berada dalam tren kenaikan," kata William dalam risetnya, Kamis (2/1).

Mengutip data BEI, investor asing tercatat beli bersih (net buy) sepanjang 2019 sebesar Rp49,19 triliun. Sementara, khusus pada perdagangan Senin (30/12), asing beli bersih sebesar Rp2,1 miliar.

Realisasi itu, sambung William, membuktikan bahwa pasar modal Indonesia masih menarik di mata asing.

Dengan kata lain, potensinya masih cukup baik pada awal 2020 ini. "Hari ini IHSG berpotensi menguat," jelasnya.

Ia meramalkan indeks bisa tembus 6.400 pada sore ini. Tepatnya, William memproyeksi IHSG bergerak dalam rentang support 6.198 dan resistance 6.402.

Di sisi lain, Analis Artha Sekuritas Indonesia Nugroho R Fitriyanto pesimistis dengan pergerakan pasar saham domestik pada awal perdagangan 2020. Menurutnya, IHSG masih akan berada di zona merah.
[Gambas:Video CNN]
"IHSG diprediksi melanjutkan tren pelemahan, di mana secara teknikal IHSG telah menyentuh area strong resistance," tulis Nugroho dalam risetnya.

Menurutnya, IHSG tak akan bergerak di luar area 6.300. Nugroho meramalkan indeks hari ini berada di kisaran support 6.260-6.280 dan resistance 6.328-6.356.

Diketahui, IHSG mengakhiri 2019 atau perdagangan terakhir di zona merah. Indeks ditutup di level 6.299 dengan pelemahan tipis sebesar 0,47 persen atau 29,77 poin.


(aud/bir)