Pengusaha Jakarta Mengeluh Rugi Karena Banjir

CNN Indonesia | Kamis, 02/01/2020 11:51 WIB
Pengusaha mengaku banjir besar pada tahun baru kemarin telah mendatangkan kerugian besar. Pengusaha sebut banjir di Jabodetabek pada Tahun Baru 2020 telah menimbulkan kerugian besar. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengusaha di Jakarta menyatakan banjir yang melanda beberapa kawasan di Jabodetabek pada awal tahun kemarin telah merugikan mereka. Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan banjir telah mengganggu aktivitas bisnis, terutama di titik kawasan yang terdampak.

"Banjir ini mengakibatkan aktivitas bisnis lumpuh, karena berbagai akses lalu lintas terganggu, dan pemadaman listrik untuk menghindari korsleting," kata Sarman saat sihubungi CNNIndinesia.com, Kamis (2/1).

Sarman menambahkan akibat gangguan tersebut secara otomatis pendapatan bisnis yang terhenti atau terdampak banjir dapat dipastikan menurun. Pasalnya, banjir bertepatan dengan perayaan tahun baru.


Sarman mengatakan pada momen tersebut, biasanya permintaan barang dari masyarakat tinggi. Biasanya, libur tahun baru banyak dimanfaatkan warga untuk liburan ke tujuan wisata, dan pusat perbelanjaan.

"Tahun baru seperti ini, biasanya omzet restoran, cafe, pusat perbelanjaan, termasuk UKM di tempat tujuan wisata juga, biasanya itu naik. Namun dengan banjir ini, praktis omzet menurun," ungkapnya.

"Belum lagi acara tahun baruan kemarin, mungkin makan bersama keluarga di hotel, cafe, restoran. Dengan kejadian ini, praktis beberapa ada yang terhenti," ujarnya.

Selain itu, Sarman mengatakan banjir juga arus logistik yang pasti terganggu akibat hambatan yang terjadi di ruas-ruas tol yang terkena banjir. Ia merasa, hal tersebut akan berdampak besar terhadap distribusi barang-barang dari aktivitas bisnis.

"Akan lebih lama dalam mengirim barang-barang juga," ucapnya.

[Gambas:Video CNN]
Kendati demikian, Sarman menyatakan pihaknya belum dapat menghitung secara pasti total kerugian yang mengenai bisnis-bisnis selama terjadi banjir dalam beberapa waktu terakhir ini.

"Kalau kita bicara berapa jumlah kerugian, tentu masih sulit memprediksinya. yang pasti, omzet anjlok dari yang diharapkan," jelasnya.

Menurut Sarman, kejadian banjir yang kerap terjadi di kawasan Ibu Kota dan sekitarnya harus segera diselesaikan. Bila tidak dan dibiarkan berlarut-larut bisa mengganggu kegiatan bisnis  yang bisa berdampak juga kepada pendapatan pemerintah.

"Maka dari itu, ini perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat, dan pemerintah daerah penyangga. Karena permasalahan banjir ini tentu tidak bisa di selesaikan oleh satu pihak," ungkapnya.


Sarman pun berharap banjir yang masih melanda Jakarta dan sekitarnya dapat segera surut, sehingga aktivitas bisnis dapat berjalan lancar kembali.

"Semoga banjir ini cepat surut, sehingga dalam sisa waktu liburan sampai tanggal 5 Januari, geliat ekonomi bisa bergairah kembali, dan masyarakat dapat memanfaatkan sisa liburannya bersama keluarga," pungkasnya. (ara/agt)