Pasukan Oranye Berani Adang Banjir, 'Takut' Pada Harga Rokok

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Kamis, 02/01/2020 12:33 WIB
Pasukan Oranye Berani Adang Banjir, 'Takut' Pada Harga Rokok Pasukan oranye membantu penanganan sampah di bantaran kali saat banjir melanda sebagian besar wilayah Jakarta. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- "2019 menjadi kenangan. 2020 disambut genangan," tulis Laurentius Iwan Pranoto, SVP Communication Asuransi Astra, menanggapi banjir yang menggenangi sebagian Jakarta dan wilayah sekitar pada perayaan tahun baru 2020.

Sesuai profesinya, Iwan mengimbau masyarakat untuk berhati-hati menghadapi banjir. Sekaligus, ia ikut mengingatkan masyarakat untuk melindungi aset mereka, baik rumah maupun mobil, dengan jaminan asuransi banjir.

Iwan sendiri mengaku tempat tinggalnya di Lippo Karawaci, Tangerang, terbebas dari banjir. Berbeda dengan Iwan, Firmansyah, warga Jalan H, Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, mengalami kebanjiran sejak pukul 19.00 WIB, Rabu (1/1).

"Pas heboh berita banjir sejak malam tahun baru (31 Desember 2019) sampai Rabu maghrib, di sini masih aman. Namun, setelah itu air mulai masuk dari garasi sampai mencapai sekitar 50 sentimeter sampai pagi ini," ujarnya, Kamis (2/1).

Sebetulnya, Firmansyah maklum. Toh, ia tinggal di bagian bawah turunan Jalan H menuju aliran Ciliwung di bantaran Tebet menuju Gudang Peluru hingga Kampung Melayu. Selain itu, banjir memang beberapa kali dirasakannya.

Banjir terparah, ia mengaku merasakan pada 2007. Ia kembali merasakan banjir sekitar 2011-2012, namun ketinggian air di dalam rumah hanya mencapai betis orang dewasa atau sekitar 30 sentimeter.

Tidak jauh dari Kelurahan Kebon Baru, di jembatan Ciliwung antara Gudang Peluru dan Jalan Kampung Melayu Kecil, tampak pasukan oranye dan petugas Pemda DKI sibuk membersihkan ranting, kayu, dan sampah dengan alat berat.

Mereka berdinas sejak Rabu (1/1) pagi, ketika berita banjir menghias halaman koran pada hari pertama di tahun tikus logam, tepat sehari setelah hujan deras mengguyur sebagian Jabodetabek di sepanjang malam pergantian tahun.

Pasukan Oranye Berani Adang Banjir, 'Takut' Pada Harga RokokAktivitas petugas saat membersihkan bantaran kali Ciliwung di jembatan yang menghubungan Komplek Gudang Peluru, Tebet, dengan Jalan Kampung Melayu Kecil, Jakarta Selatan, Rabu (1/1). (CNN Indonesia/Christine Novita Nababan).
Sukirman (46 tahun), salah satu pasukan oranye yang bertugas hari itu tampak kuyup. Sembari menunggu rekan-rekannya membersihkan bantaran kali, mengangkut sampah, ia membantu mengatur lalu lalang kendaraan yang terhalang keberadaan alat berat.

Waktu menunjukkan pukul 13.20 WIB. Alih-alih terik, langit siang itu tampak mendung, perlahan gerimis. Saat lalu lintas kendaraan berangsur sepi, banyak warga justru menyandarkan sepeda motor mereka di jembatan Ciliwung, Kampung Melayu.

"Begini memang (menunjuk keramaian warga menonton aktivitas bersih-bersih pasukan oranye). Kadang-kadang, banjir, tumpukan sampah di kali malah jadi tontonan mereka," tuturnya kepada CNNIndonesia.com seraya tertawa.

Sukirman mulai bercerita. Sembari beristirahat duduk di bahu jalan, ia mengaku tak takut bertugas di tengah banjir. Ia juga tak ragu untuk kotor saat harus membersihkan selokan, parit, kali. "Yang penting 'vitamin' cukup," kelakarnya sembari menunjuk rokok, dan kopi yang diseruputnya.

Sayang, ia mengatakan harga rokok belakangan bikin ngeri. Ia bilang takut kantongnya lebih cepat bolong. "Tadinya, beli Dji Sam Soe kuning cuma Rp18 ribu, sekarang Rp22 ribu-Rp23 ribu. Saya lebih takut sama harga rokok lah daripada banjir," ujarnya sembari menyemburkan asap pekat rokok.

Tak lama, ia bangun berdiri, mengambil ranting pohon dari tangan rekannya yang sedang bersih-bersih. Ia mengayun-ayunkan ranting tersebut sambil meminta pengendara motor yang menonton aktivitas pasukan oranye agar tertib memarkirkan kendaraannya dan tak mengganggu lalu lintas jalan.

Harga Baru Sebelum Tahun Baru

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, jelang pergantian tahun telah mengingatkan aturan kenaikan cukai tembakau berlaku mulai 1 Januari 2020. Kenaikan cukai tembakau tentu akan membuat harga jual rokok ikut terkerek.

Namun, Kasubdit Humas Bea Cukai Kemenkeu Deni Surjantoro menyebut kenaikan cukai tembakau akan berlaku untuk produksi rokok yang dilakukan pada 2020. Pita cukai baru akan dilekatkan paling lambat 1 Februari 2020.

Faktanya, harga rokok terus meroket sejak pemerintah mengumumkan menaikkan cukai rokok pada Juni 2019 yang diikuti dengan penandatanganan kebijakan pada Oktober 2019 lalu.

Salah satu petugas Indomaret di sebuah apartemen Jalan MT Haryono, Cawang, bilang harga rokok terakhir naik pada Senin (30/12) atau satu hari sebelum malam pergantian tahun. Harga sebungkus Marlboro merah dibanderol Rp30.700. "Iya di sini sudah naik."

Sementara, masih di area yang sama, Family Mart, sebungkus Marlboro merah dipatok Rp34.100. "Iya naik lagi tanggal 30 Desember. Sebelumnya awal Desember kan naik jadi Rp30 ribu an. Ini kenaikan kedua di Desember, total tiga kali naik sejak November," kata salah satu petugas yang tidak mau disebutkan namanya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152/PMK.010/2019 tentang Perubahan Kedua atas PMK 146/2017, rata-rata cukai naik 23 persen.

Rinciannya, tarif CHT Sigaret Kretek Mesin (SKM) naik sebesar 23,29 persen, Sigaret Putih Mesin (SPM) naik 29,95 persen, dan kenaikan Sigaret Kretek Tangan (SKT) atau Sigaret Putih Tangan sebesar 12,84 persen.

Kenaikan cukai tersebut membuat rata-rata harga jual eceran rokok diperkirakan naik hingga 35 persen dari harga jual saat ini.

Ketua Asosiasi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Budidoyo menjelaskan dengan kenaikan cukai hasil tembakau tersebut, sangat memungkinkan harga rokok pada 2020 melejit hingga Rp 35.000 per bungkus.


[Gambas:Video CNN] (agt)