Telat Turun, Menteri ESDM Sebut Harga Pertamax di Bawah Pasar

CNN Indonesia | Senin, 06/01/2020 19:36 WIB
Telat Turun, Menteri ESDM Sebut Harga Pertamax di Bawah Pasar Menteri ESDM Arifin Tasrif menjelaskan meski Pertamina telat turunkan harga BBM, namun harga tetap di bawah pasar. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif buka suara atas telatnya Pertamina menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dari kompetitor PT Shell Indonesia dan PT Total Oil Indonesia.

Arifin menyatakan meskipun Pertamina telat menurunkan harga, namun harganya berada di bawah pasar.

"Tapi kan tetap di bawah harganya Shell," kata Arifin di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (6/1).


Arifin mengatakan kemungkinan terdapat komponen yang mahal sehingga membebani pada harga BBM. Namun, ia tak menyampaikan detail komponen tersebut.

"Mungkin ada komponen yang terlalu mahal yang harus dibebani pada harga. Mungkin itu. Tapi detailnya tanya aja (Pertamina)," ujarnya.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum jenis bensin jenis Pertamax dan solar jenis Dex. Penurunan harga ini berlaku di seluruh Indonesia mulai Minggu, 5 Januari 2020.

Khusus untuk penyesuaian harga di wilayah Jakarta, Pertamax turun dari harga semula Rp9.850 menjadi Rp9.200 per liter. Kemudian Pertamax Turbo turun dari harga semula Rp11.200 menjadi Rp9.900 per liter.

Pertamina Dex turun dari harga semula Rp11.700 menjadi Rp10.200 per liter. Dexlite turun dari harga semula Rp10.200 menjadi Rp9.500 per liter.

Sementara itu kompetitor Pertamina di dalam negeri Shell dan Total sudah lebih dahulu menurunkan harga. Shell memangkas harga BBM berkisar 7 hingga 15 persen per 1 Januari 2020.

Di wilayah Jabodetabek, produk bensin beroktan 90 Shell Reguler turun dari Rp9.900 menjadi Rp9.200 per liter. Kemudian Shell Super (oktan 92) turun dari Rp10.250 menjadi Rp9.300 per liter.

Selanjutnya Shell V-Power (oktan 95) turun menjadi Rp9.950 dari sebelumnya Rp11.600 per liter.

Sementara itu Total menurunkan harga pada 3 Januari lalu. Total memangkas harga jual produk bensinnya berkisar 7,5 hingga 14,4 persen.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di SPBU Total Tebet, Jakarta Selatan, harga produk Performance 90 (oktan 90) turun dari Rp9.900 menjadi Rp9.150 per liter.

Kemudian, Performance 92 (oktan 92) juga turun dari Rp10.200 menjadi Rp9.250 per liter. Harga jual Performance 95 (oktan 95) juga turun menjadi Rp9.900 dari sebelumnya Rp11.550 per liter.

Tak hanya produk bensin, kedua perusahaan minyak asing ini juga membanting harga bahan bakar diesel. Harga Shell Diesel turun dari Rp12.100 menjadi Rp10.200 per liter. Begitu pun harga Total Performance Diesel yang turun dari Rp12.050 menjadi Rp10.150 per liter.

[Gambas:Video CNN] (fra/age)