Arifin menyatakan meskipun Pertamina telat menurunkan harga, namun harganya berada di bawah pasar.
"Tapi kan tetap di bawah harganya Shell," kata Arifin di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (6/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khusus untuk penyesuaian harga di wilayah Jakarta, Pertamax turun dari harga semula Rp9.850 menjadi Rp9.200 per liter. Kemudian Pertamax Turbo turun dari harga semula Rp11.200 menjadi Rp9.900 per liter.
Pertamina Dex turun dari harga semula Rp11.700 menjadi Rp10.200 per liter. Dexlite turun dari harga semula Rp10.200 menjadi Rp9.500 per liter.
Di wilayah Jabodetabek, produk bensin beroktan 90 Shell Reguler turun dari Rp9.900 menjadi Rp9.200 per liter. Kemudian Shell Super (oktan 92) turun dari Rp10.250 menjadi Rp9.300 per liter.
Selanjutnya Shell V-Power (oktan 95) turun menjadi Rp9.950 dari sebelumnya Rp11.600 per liter.
Sementara itu Total menurunkan harga pada 3 Januari lalu. Total memangkas harga jual produk bensinnya berkisar 7,5 hingga 14,4 persen.
Kemudian, Performance 92 (oktan 92) juga turun dari Rp10.200 menjadi Rp9.250 per liter. Harga jual Performance 95 (oktan 95) juga turun menjadi Rp9.900 dari sebelumnya Rp11.550 per liter.
Tak hanya produk bensin, kedua perusahaan minyak asing ini juga membanting harga bahan bakar diesel. Harga Shell Diesel turun dari Rp12.100 menjadi Rp10.200 per liter. Begitu pun harga Total Performance Diesel yang turun dari Rp12.050 menjadi Rp10.150 per liter.
[Gambas:Video CNN] (fra/age)