"Di sana tegang-tegang, di sini rileks, makanya jangan dikit-dikit tegang-lah," katanya, Senin (6/1).
Luhut mengatakan bukti kesantaian hubungan tersebut bisa dilihat dari hubungan investasi Indonesia dengan AS yang masih berjalan baik. Bahkan dia mengaku akan menerima kunjungan dari perwakilan US International Development Finance Corporation (DFC) pada Jumat (10/1) mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Besok kami akan diskusi waktu mereka datang, tadi Pak Erick (Menteri BUMN) sudah menyiapkan ada beberapa," tuturnya.
Hubungan AS dengan Iran belakangan ini memanas. Peningkatan ketegangan tersebut terjadi setelah AS membunuh Mayor Jenderal Qassem Soleimani. Ia merupakan komandan korps pengawal revolusi pasukan elit Quds Iran.
[Gambas:Video CNN]
Serangan itu meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap ketegangan di Timur Tengah yang bisa mengganggu produksi minyak di kawasan tersebut. Maklum, Timur Tengah menyumbang hampir sepertiga pasokan minyak mentah global.
Pada Jumat (3/1) pekan lalu, harga minyak berjangka Brent untuk pengiriman Maret terbang US$2,35 ke level US$68,60 per barel. Sementara, harga minyak WTI untuk pengiriman Februari naik US$1,87 ke level US$63,05 per barel. (ulf/agt)