Luhut Pede Ketegangan AS-Iran Tak Ganggu Ekonomi RI

CNN Indonesia | Selasa, 07/01/2020 07:23 WIB
Luhut Pede Ketegangan AS-Iran Tak Ganggu Ekonomi RI Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan yakin ketegangan antara AS dan Iran tak ganggu investasi di Indonesia. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan menegaskan peningkatan ketegangan antara AS-Iran tak mempengaruhi investasi ke dalam negeri. Ia juga mengaku tidak khawatir dengan sentimen kenaikan harga minyak global yang mungkin terjadi akibat imbas ketegangan tersebut.

"Di sana tegang-tegang, di sini rileks, makanya jangan dikit-dikit tegang-lah," katanya, Senin (6/1).

Luhut mengatakan bukti kesantaian hubungan tersebut bisa dilihat dari hubungan investasi Indonesia dengan AS yang masih berjalan baik. Bahkan dia mengaku akan menerima kunjungan dari perwakilan US International Development Finance Corporation (DFC) pada Jumat (10/1) mendatang.


Ini merupakan lembaga independen yang menyediakan pembiayaan untuk proyek-proyek swasta AS.

"Mereka akan datang kemari membawa uang untuk investasi di BUMN dan juga di beberapa proyek," ucapnya.

Namun demikian, ia belum mau merinci total investasi yang akan dibawa oleh lembaga pembiayaan independen AS tersebut. Ia hanya menyebutkan proyek-proyek milik perusahaan pelat merah yang akan ditawarkan kepada investor asal Negeri Paman Sam berbentuk, jalan tol, hotel, dan rumah sakit.

"Besok kami akan diskusi waktu mereka datang, tadi Pak Erick (Menteri BUMN) sudah menyiapkan ada beberapa," tuturnya.

Hubungan AS dengan Iran belakangan ini memanas. Peningkatan ketegangan tersebut terjadi setelah AS membunuh Mayor Jenderal Qassem Soleimani. Ia merupakan komandan korps pengawal revolusi pasukan elit Quds Iran. 

[Gambas:Video CNN]
Serangan itu meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap ketegangan di Timur Tengah yang bisa mengganggu produksi minyak di kawasan tersebut. Maklum, Timur Tengah menyumbang hampir sepertiga pasokan minyak mentah global.

Pada Jumat (3/1) pekan lalu, harga minyak berjangka Brent untuk pengiriman Maret terbang US$2,35 ke level US$68,60 per barel. Sementara, harga minyak WTI untuk pengiriman Februari naik US$1,87 ke level US$63,05 per barel. (ulf/agt)