Ketegangan antar kedua negara meningkat usai Iran mengirim rudal balistik ke pangkalan militer AS yang berada di Irak. Iran meluncurkan rudal sebagai bentuk balas dendam atas kematian perwira tinggi militer Iran Mayor Jenderal Qasem Soleimani akibat serangan drone AS di Baghdad pekan lalu.
"Kami lihat itu akan meningkatkan harga minyak. Bagi Indonesia, tentu kami akan melihatnya," ucap Airlangga, Kamis (9/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi ini masih di awal jadi kami masih perlu melihat perkembangan selanjutnya. Nanti tunggu saja," katanya.
Sebelumnya, Iran mengirimkan rudal ke pasukan AS yang ada di pangkalan militer Irak pada Selasa (7/1) malam. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan serangan rudal balistik ini merupakan tindakan proporsional dalam membela diri.
Dikutip dari Associated Press, Zarif mengatakan serangan itu sebagai aksi balasan atas kematian perwira tinggi militer Iran Mayor Jenderal Qasem Soleimani akibat serangan drone AS di Baghdad pekan lalu.
Kematian Soleimani telah meningkatkan ketegangan antara Teheran dan Washington. Belum diketahui apakah ada korban dalam serangan rudal yang menghantam dua pangkalan AS di Irak itu.
Seorang pejabat AS mengatakan jika ada, kemungkinan korban akan sangat sedikit. Pejabat itu mengatakan ada 15 rudal yang ditembakkan.
[Gambas:Video CNN] (uli/bir)