Iran Kirim Rudal ke AS, RI Waspadai Kenaikan Harga Minyak

CNN Indonesia | Kamis, 09/01/2020 14:30 WIB
Iran Kirim Rudal ke AS, RI Waspadai Kenaikan Harga Minyak Menko Airlangga Hartarto mewaspadai kenaikan harga minyak seiring dengan meningkatnya ketegangan Iran dan AS. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah mewaspadai kenaikan harga minyak mentah dunia, usai meningkatnya ketegangan hubungan geopolitik antara Iran-AS. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan kenaikan harga minyak dapat mempengaruhi laju ekonomi RI.

Ketegangan antar kedua negara meningkat usai Iran mengirim rudal balistik ke pangkalan militer AS yang berada di Irak. Iran meluncurkan rudal sebagai bentuk balas dendam atas kematian perwira tinggi militer Iran Mayor Jenderal Qasem Soleimani akibat serangan drone AS di Baghdad pekan lalu.

"Kami lihat itu akan meningkatkan harga minyak. Bagi Indonesia, tentu kami akan melihatnya," ucap Airlangga, Kamis (9/1).

Kendati ada potensi naik, namun mantan menteri perindustrian itu melihat hal ini tak serta merta negatif. Sebab, ketika harga minyak naik, maka nilainya akan mendekati harga minyak hasil campuran dengan minyak sawit mentah alias biodiesel.

"Di satu pihak akan ada perbedaan antara harga palm oil (kelapa sawit) dan gas yang menyempit, tetapi ada konsekuensi juga terhadap harga minyak di pasar," tuturnya,

Lebih lanjut Airlangga mengatakan pemerintah akan terus mengamati kondisi geopolitik di Timur Tengah. Tujuannya, untuk memantau perubahan dampak dari berbagai kejadian di kawasan tersebut terhadap Indonesia.

"Tapi ini masih di awal jadi kami masih perlu melihat perkembangan selanjutnya. Nanti tunggu saja," katanya.

Sebelumnya, Iran mengirimkan rudal ke pasukan AS yang ada di pangkalan militer Irak pada Selasa (7/1) malam. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan serangan rudal balistik ini merupakan tindakan proporsional dalam membela diri.

"Kami tidak mencari eskalasi atau perang, tetapi akan membela diri terhadap agresi apapun," kata Javad Zarif lewat Twitter.

Dikutip dari Associated Press, Zarif mengatakan serangan itu sebagai aksi balasan atas kematian perwira tinggi militer Iran Mayor Jenderal Qasem Soleimani akibat serangan drone AS di Baghdad pekan lalu.

Kematian Soleimani telah meningkatkan ketegangan antara Teheran dan Washington. Belum diketahui apakah ada korban dalam serangan rudal yang menghantam dua pangkalan AS di Irak itu.

Seorang pejabat AS mengatakan jika ada, kemungkinan korban akan sangat sedikit. Pejabat itu mengatakan ada 15 rudal yang ditembakkan.

[Gambas:Video CNN]


(uli/bir)