BI Waspadai Inflasi Akibat Banjir Tahun Baru 2020

CNN Indonesia | Jumat, 10/01/2020 17:05 WIB
BI Waspadai Inflasi Akibat Banjir Tahun Baru 2020 BI mewaspadai dampak banjir tahun baru terhadap inflasi Januari 2020. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) mewaspadai banjir yang terjadi di sebagian besar wilayah Jakarta dan sekitarnya pada hari pertama tahun baru 2020 terhadap inflasi Januari. Pasalnya, banjir disebut mempengaruhi harga beras di beberapa wilayah terdampak.

Kendati demikian, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan komoditas selain beras, tidak terkena dampak signifikan bencana banjir. Bahkan, ia menyebut harga komoditas selain beras masih terkendali.

"Beberapa harga di daerah-daerah terkena banjir, seperti Jakarta, Depok. Secara umum, dampak lebih terlihat pada harga beras. Sementara, yang lain belum terdampak," ujarnya di Jakarta, Jumat (10/1).

Melihat kondisi tersebut, BI memperkirakan inflasi Januari akan mencapai 0,41 persen secara bulanan (month to month). Sementara, secara tahunan (year on year), proyeksi bank sentral di kisaran 2,81 persen.

Pun begitu, Perry tidak merinci pengaruh banjir terhadap indeks harga konsumen (IHK), terutama dari komoditas beras. Yang pasti, ia menyebut komoditas cabai dan bawang merah juga ikut andil terhadap inflasi Januari.

"Memang ada beberapa sesuai pola musimannya, dan juga karena dampak cuaca, hujan, itu beberapa komoditas pangan mengalami kenaikan. Antara lain, cabai merah, inflasinya bulan ini 0,16 persen. Kemudian, bawang merah, 0,05 persen. Beberapa produksi cabe, bawang di daerah, khususnya di Jateng, itu terpengaruh," jelasnya.

Selain inflasi, Perry juga menyebutkan beberapa komoditas yang mengalami deflasi, seperti tarif angkutan udara yang deflasi sebesar 0,05 persen, dan bahan bakar minyak (BBM) dengan nilai deflasi 0,04 persen.

Penyebab deflasi BBM, lanjut Perry, dikarenakan penurunan harga BBM mulai awal Januari 2020.

Diketahui, proyeksi inflasi pada Januari 2020 lebih rendah dari rata-rata inflasi yang dicatatkan BI pada periode 2016 hingga 2019 yang sebesar 0,64 persen secara bulanan.

Perry kembali menegaskan nilai Inflasi tahunan pada 2020 akan terkendali di kisaran tiga persen. "Inflasi tahun ini masih terkendali dan akan terbilang rendah. Inflasi tahun ini masih terkendali di kisaran tiga persen plus minus satu persen," tandasnya.
[Gambas:Video CNN]


(ara/bir)