CEO Boeing Tak Dapat Pesangon Usai Dipecat

CNN, CNN Indonesia | Sabtu, 11/01/2020 12:44 WIB
Mantan CEO Boeing Dennis Muilenburg tak mendapatkan pesangon setelah dipeca, namun masih mendapat saham dan aset lain senilai Rp1,12 triliun. Ilustrasi. (Foto: AFP Photo/Jim Watson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan CEO Boeing Dennis Muilemburg tak mendapatkan pesangon setelah dipecat oleh perusahaan. Hal ini diungkapkan manajemen pada Jumat (10/1) malam waktu setempat.

Mengutip CNN pemecatan dilakukan karena perusahaan mengalami sejumlah masalah selama satu tahun terakhir. Salah satunya kecelakaan dari dua pesawat Boeing 737 Max 8 yang menewaskan 346 orang.

Kendati tak mendapatkan pesangon, tetapi Muilemburg mendapatkan saham dan aset lain sebesar US$80 juta atau Rp1,12 triliun (kurs Rp14 ribu dolar per AS).


Manajemen pun telah menunjuk mantan Eksekutif General Eletric David Calhoun untuk menggantikan posisi Muilemburg. Ia akan duduk di kursi CEO pada 13 Januari mendatang.  

"Perubahan dalam kepemimpinan diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan pada perusahaan. Ini untuk memperbaiki hubungan dengan regulator, pelanggan, dan semua pemangku kepentingan lain," tulis manajemen Boeing, dikutip Sabtu (11/1).

Sebelumnya, Muilemburg memiliki kompensasi jangka panjang senilai US$29,4 juta jika merujuk pada penutupan perdagangan saham pada Kamis (9/1). Selain itu, dia juga memiliki saham tambahan dengan nilai US$4,3 juta, serta kompensasi yang ditangguhkan sebesar US$28,5 juta.

[Gambas:Video CNN]

Sementara, ia memiliki hak untuk membeli saham Boeing sebanyak 72.969 lembar saham dengan nilai US$24 juta. Dalam hal ini, Muilemburg hanya perlu membayar US$5,5 juta untuk memperoleh saham tersebut.

Hanya saja, Muilenburg berpotensi kehilangan kepemilikan dan opsi lain dengan nilai aset sebesar US$14,6 juta. Pengumuman ini muncul setelah Boeing merilis informasi untuk tim internal setelah seorang karyawan yang identitasnya tak diungkap mengejek desain 737 max dan mempertanyakan keselamatan pesawat.

Manajemen Boeing menyerahkan sejumlah dokumen tersebut kepada Badan Penerbangan Sipil Amerika Serikat (FAA) pada Desember 2019 lalu yang diberikan kepada komite kongres yang
menelisik kasus pesawat 737 Max.

Sementara, dalam komunikasi yang berbeda terdapat dua karyawan yang sepakat bahwa mereka tak akan membiarkan keluarganya terbang dengan pesawat 737 Max.

"Kami menyesali konten komunikasi ini dan meminta maaf kepada FAA, kongres, pelanggan maskapai penerbangan kami, dan publik," tulis manajemen.

Setelah pemecatan Muilemberg, perusahaan menunjuk Kepala Pejabat Keuangan Greg Smith untuk menjadi CEO Boeing sementara. Namun, posisi itu akan ditempati oleh Calhoun secara resmi pertengahan bulan ini.

Calhoun akan mendapatkan gaji pokok sebesar US$1,4 juta per tahun. Selain itu, bonus dan kompensasi jangka panjang sebesar US$9,5 juta, penghargaan sebesar US$17 juta, dan paket kompensasi mencapai US$28 juta. (aud/evn)