Desember, Harga Minyak Indonesia Naik ke US$67,18 per Barel

CNN Indonesia | Senin, 13/01/2020 06:56 WIB
Desember, Harga Minyak Indonesia Naik ke US$67,18 per Barel Rata-rata harga minyak Indonesia pada Desember 2019 mencapai US$67,18 per barel. (iStock/bomboman).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian ESDM mencatat harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada Desember 2019 mencapai US$67,18 per barel atau naik 6,2 persen dari November 2019, US$63,26 per barel.

"Angka ini menjadikan angka realisasi ICP (rata-rata) 2019 sebesar US$62,37 per barel," ungkap Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (12/1).

Tim Harga Minyak Indonesia melaporkan kenaikan juga dialami ICP SLC yang mencapai US$67,61 per barel atau naik US$3,97 per barel dari US$63,64 per barel.


Agung mengungkapkan kesepakatan negara-negara OPEC untuk memperpanjang periode pemotongan produksi dan menambah besaran pemotongan produksi sebesar 500 ribu barel per hari menjadi 1,7 juta barel per hari pada akhir 2019, mendorong peningkatan harga minyak mentah utama di pasar internasional sepanjang bulan lalu.

Harga minyak dunia juga didongkrak oleh respon positif pasar atas tercapainya kesepakatan dalam pembicaraan dagang Amerika Serikat (AS) - China Tahap 1 yang meningkatkan harapan pasar pada perbaikan pertumbuhan ekonomi global serta permintaan minyak mentah global.

Selain itu, kebijakan Federal Reserve AS untuk tidak merubah tingkat suku bunga sehubungan dengan prospek ekonomi yang dinilai menguntungkan.

Pasar juga memberikan respon positif atas melemahnya nilai tukar dolar AS terhadap euro dan poundsterling sehingga mendorong investor untuk memindahkan investasi di bursa komoditas, serta meningkatnya kebutuhan minyak mentah saat musim dingin dan akhir tahun.

Faktor lain yang meningkatkan harga minyak dunia adalah penurunan stok minyak mentah komersial AS yang dilaporkan Badan Administrasi Informasi Energi AS (EIA) pada Desember 2019 sebesar 5,7 juta barel secara bulanan menjadi sebesar 441,4 juta barel.

Hal ini didukung oleh peningkatan pengolahan minyak di sejumlah kilang AS pada akhir tahun karena ketentuan pajak yang mendorong minimalisasi stok penyimpanan minyak mentah.

Untuk kawasan Asia Pasifik, kenaikan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh impor minyak mentah China yang mencapai rekor tertinggi seiring kilang teapot beroperasi secara maksimal untuk menghabiskan kuota impor untuk tahun ini sehingga tahun depan dapat memperoleh tambahan kuota impor.

Selain itu, pertumbuhan permintaan minyak mentah yang sangat pesat di China sebesar 5,5 persen per tahun dan India sebesar 5,1 persen per tahun, dibandingkan dengan AS yang hanya 0,5 persen per tahun dalam dekade terakhir.

Di kawasan Asia Pasifik, kenaikan harga minyak dipengaruhi oleh periode perawatan maintenance JERA Power Utility Jepang yang menyebabkan meningkatnya permintaan bahan bakar minyak di saat musim dingin di Jepang dan peningkatan (PMI) dan meningkatkan harapan pasar pada perbaikan pertumbuhan ekonomi China.

[Gambas:Video CNN]

Berikut perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada Desember 2019 dibandingkan November 2019:
- Dated Brent naik 6,35 persen menjadi US$67,02 per barel
- WTI (Nymex) naik 4,8 persen menjadi US$59,8 per barel
- Basket OPEC naik 4,2 persen menjadi US$65,58 per barel
- Brent (ICE) naik 3,9 persen menjadi US$65,71 per barel (sfr)