Ekonom Senior Stanchart Aldian Taloputra mengatakan pertumbuhan ekonomi RI dipicu oleh momentum investasi yang berkembang dan perkiraan meningkatnya konsumsi rumah tangga tahun ini.
"Kami proyeksikan pertumbuhan yang stabil dalam konsumsi rumah tangga dengan pasar tenaga kerja yang sehat dan meningkatnya belanja sosial pemerintah untuk meredam dampak kenaikan harga barang yang diatur pemerintah," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (15/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya Indonesia, ekonomi global pada tahun ini juga dinilai menjadi tahun untuk tumbuh secara terkendali dan stabil. Ekonom Senior Global Stanchart David Mann memperkirakan ekonomi global bakal tumbuh hingga 3,3 persen pada 2020. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dari perkiraan 3,1 untuk 2019.
Menurutnya, ekonomi China kemungkinan stabil untuk menggandakan PDB pada 2020. Akan tetapi, ia merasa pertumbuhan tersebut akan bergerak melemah lebih lanjut pada 2021. Sementara, untuk pertumbuhan ekonomi AS dan juga Eropa diperkirakan melesu tahun ini.
Laporan Global Focus Economic Outlook 2020 mencatat tiga hambatan struktural jangka panjang dalam siklus positif pertumbuhan global. Ketiga hambatan tersebut adalah utang, demografi, dan deglobalisasi. Laporan tersebut memaparkan beban utang adalah masalah di beberapa negara besar.
Tak hanya utang, banyak negara di dunia juga diprediksi mengalami tantangan pertumbuhan akibat populasi yang menua, di antaranya Jepang, Italia, Jerman, Thailand, RRT, Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan dan Singapura.
Selain utang, laporan tersebut juga memaparkan bahwa sentimen anti-globalisasi dan proteksionisme menjadi salah satu hambatan struktural yang signifikan. Negara-negara berkembang dinilai merupakan yang paling berisiko dari dampak deglobalisasi lebih lanjut tersebut.
[Gambas:Video CNN] (ara/bir)