Sri Mulyani menyatakan pertumbuhan ekonomi domestik dipengaruhi oleh kondisi global yang juga melambat. Hal itu disebabkan oleh sejumlah sentimen, seperti perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China, proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit), hingga pemakzulan Presiden AS Donald Trump.
Ia bilang perlambatan ekonomi global membuat bank sentral di sejumlah negara memperlonggar kebijakan moneter. Selain itu, pemerintah juga membuat kebijakan fiskal yang ekspansif untuk mempertahankan ekonomi negaranya masing-masing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sri Mulyani memandang ketidakpastian ekonomi masih menghantui Indonesia tahun ini. Masalahnya, sejumlah sentimen seperti perang dagang hingga yang terbaru konflik di Timur Tengah juga terus bergerak dinamis.
"Tentu juga masih ada risiko untuk outlook 2020," jelas Sri Mulyani.
Akibatnya, ketegangan antara kedua negara itu meningkat. Para pemimpin Iran pun berjanji untuk membalas pembunuhan tersebut.
[Gambas:Video CNN] (aud/age)