Hal ini diungkapkan kepala negara saat berbicara di acara HIPMI yang digelar di Hotel Raffles, Jakarta pada Rabu (15/1). Pernyataan ini disampaikan Jokowi guna menanggapi permintaan HIPMI.
Mulanya, Ketua Umum HIPMI Mardani H. Maming menceritakan bahwa dirinya sukses berkarir menjadi pengusaha muda karena mendapat kesempatan dari pemerintah daerah. Kala itu, ia diberi proyek bernilai Rp200 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Contoh Bang Erick Thohir, ada 142 BUMN, paling tidak diberi lah 10 persen kerja sama ke pengusaha muda agar ada transisi regenerasi," katanya.
Menanggapi ini, Jokowi mengaku memang sudah sering mendapat keluhan sekaligus masukan serupa. Bahkan, ia mengatakan bahwa pengusaha muda sejatinya tidak hanya meminta kesempatan agar bisa menjalin kemitraan dengan perusahaan negara, namun juga investor asing.
Jokowi mengatakan keputusannya ini bukan demi kepentingan, namun agar gerak roda ekonomi semakin kencang. Sebab, menurut perhitungannya, jumlah proyek BUMN secara nominal mencapai Rp2.400 triliun.
Jumlah ini lebih besar ketimbang alokasi belanja negara dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar Rp2.540,4 triliun. Artinya, bila proyek BUMN bisa ikut dikerjakan oleh pengusaha muda, maka efek ekonominya bisa terbagi dan tidak hanya di perusahaan negara.
Selain itu, para pengusaha muda yang notabene skala usahanya masih kecil bisa berkembang menjadi menengah. Kemudian, naik kelas lagi menjadi besar.
"Jadi berikan porsi besar kepada pengusaha muda, jangan sampai hanya dikerjakan oleh anak-anak BUMN, cucu cucu BUMN, kerjakan lah oleh swasta-swasta, terutama pengusaha muda yang terhimpun di HIPMI," katanya.
[Gambas:Video CNN] (uli/age)