Jokowi Minta Erick Thohir Beri Proyek BUMN ke Pengusaha Muda

CNN Indonesia | Rabu, 15/01/2020 14:33 WIB
Jokowi Minta Erick Thohir Beri Proyek BUMN ke Pengusaha Muda Presiden Jokowi menyuruh Menteri BUMN Erick Thohir untuk memberikan sejumlah proyek BUMN kepada HIPMI. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyuruh Menteri BUMN Erick Thohir untuk memberi kesempatan pengerjaan sejumlah proyek perusahaan pelat merah kepada pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Hal ini diungkapkan kepala negara saat berbicara di acara HIPMI yang digelar di Hotel Raffles, Jakarta pada Rabu (15/1). Pernyataan ini disampaikan Jokowi guna menanggapi permintaan HIPMI.

Mulanya, Ketua Umum HIPMI Mardani H. Maming menceritakan bahwa dirinya sukses berkarir menjadi pengusaha muda karena mendapat kesempatan dari pemerintah daerah. Kala itu, ia diberi proyek bernilai Rp200 juta.


"Kebetulan saya dapat bupati baik, dia kasih saya proyek yang Rp200 jutaan, untung ini tidak lelang, kalau iya nanti diambil oleh kakak-kakak saya di Kadin. Jadi saya kebagian," ungkapnya.

Berkat pengerjaan proyek itu, sambungnya, usaha kecil yang dibangun bisa dikenal sampai cukup besar saat ini. Menurutnya, kesempatan-kesempatan seperti ini yang dibutuhkan pengusaha muda dari pemerintah agar bisa naik kelas.

Begitu pula, kesempatan dari pemerintah pusat melalui BUMN. Dari sini, ia pun meminta ke Jokowi melalui Erick Thohir yang juga tokoh besar di HIPMI agar mau memberikan kesempatan pengerjaan proyek BUMN ke pengusaha muda.

"Contoh Bang Erick Thohir, ada 142 BUMN, paling tidak diberi lah 10 persen kerja sama ke pengusaha muda agar ada transisi regenerasi," katanya.

Menanggapi ini, Jokowi mengaku memang sudah sering mendapat keluhan sekaligus masukan serupa. Bahkan, ia mengatakan bahwa pengusaha muda sejatinya tidak hanya meminta kesempatan agar bisa menjalin kemitraan dengan perusahaan negara, namun juga investor asing.

"Sekarang saya jawab, kebetulan Menteri BUMN adalah dari keluarga HIPMI, maka saya sudah titip ke Pak Erick Thohir agar jangan sampai pekerjaan-pekerjaan yang ada di BUMN dikerjakan semua oleh BUMN. Sebetulnya dari dulu sudah saya ingatkan itu, tapi mestinya sekarang sudah jelas karena yang pimpin Pak Erick Thohir," jawab Jokowi.

Jokowi mengatakan keputusannya ini bukan demi kepentingan, namun agar gerak roda ekonomi semakin kencang. Sebab, menurut perhitungannya, jumlah proyek BUMN secara nominal mencapai Rp2.400 triliun.

Jumlah ini lebih besar ketimbang alokasi belanja negara dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar Rp2.540,4 triliun. Artinya, bila proyek BUMN bisa ikut dikerjakan oleh pengusaha muda, maka efek ekonominya bisa terbagi dan tidak hanya di perusahaan negara.

Selain itu, para pengusaha muda yang notabene skala usahanya masih kecil bisa berkembang menjadi menengah. Kemudian, naik kelas lagi menjadi besar.

"Jadi berikan porsi besar kepada pengusaha muda, jangan sampai hanya dikerjakan oleh anak-anak BUMN, cucu cucu BUMN, kerjakan lah oleh swasta-swasta, terutama pengusaha muda yang terhimpun di HIPMI," katanya.

[Gambas:Video CNN] (uli/age)