LPG 3 Kg Naik, Jokowi akan Kirim Uang Tunai ke Orang Miskin

CNN Indonesia | Jumat, 17/01/2020 17:19 WIB
LPG 3 Kg Naik, Jokowi akan Kirim Uang Tunai ke Orang Miskin Pemerintah akan menggelontorkan dana tunai bagi masyarakat miskin untuk membeli LPG 3 kilogram. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan pemerintah akan mengubah pola penyaluran subsidi LPG 3 kilogram dari yang saat ini dilakukan secara terbuka menjadi tertutup. Dengan perubahan skema tersebut, nantinya subsidi diharapkan bisa dinikmati oleh masyarakat miskin yang berhak menerima.

Pasalnya, dengan perubahan skema tersebut, nantinya hanya masyarakat miskin terdaftar saja yang bisa mendapatkan subsidi. Nantinya, mereka yang terdaftar akan diberikan subsidi berbentuk dana tunai yang ditransfer ke rekening masyarakat yang sudah didaftar.

Hanya saja, ia belum merinci bagaimana mekanisme penyaluran  dan berapa besaran subsidi yang akan diberikan.


"Jadi nanti yang terdaftar. Jadi teridentifikasi untuk cegah adanya kebocoran," imbuh dia.

Ia mengatakan, pemerintah masih mengidentifikasi masyarakat yang berhak menerima subsidi elpiji melon atau LPG 3 kg.

"Kami identifikasi dulu kira-kira yang memang berhak menerima. Jadi bukan dibatasi, tapi yang memang berhak menerima," ucap Arifin, Jumat (17/1).

Sebelumnya, Plt Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengungkapkan ada beberapa skema yang sedang digodok dalam perubahan penyaluran subsidi tertutup. Salah satunya, menggunakan kartu atau barcode yang sudah terhubung dengan perbankan.

"Uji coba di beberapa tempat pakai kartu, Pertamina pakai QR Code. Nanti yang beli LPG 3 kg langsung terekam. Misal, beli 3 tabung gas melon Rp100 ribu, nanti langsung transfer ke QR ini. Data sudah ada, kebijakan seperti apa belum diputuskan," ujar Djoko.

Pemerintah rencananya menggelontorkan subsidi LPG 3 kg sebesar Rp50,6 triliun tahun ini. Djoko mengatakan perubahan skema tersebut diharapkan bisa menghemat anggaran subsidi LPG hingga 15 persen.

[Gambas:Video CNN] (aud/agt)