Untuk itu, Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyarankan pemerintah untuk membangun proyek berbasis energi baru terbarukan (EBT). Pasalnya, penggunaan EBT semakin diminati di sejumlah negara.
"Sekarang bank komersial, seperti Standard Chartered sudah tidak lagi akan memberi pinjaman untuk pembangkit listrik yang menggunakan batu bara," ucap Mari, Jumt (17/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut ia menyatakan bahwa puncak penggunaan energi fosil akan terjadi pada 2030 mendatang. Setelah itu, mayoritas negara akan beralih ke EBT.
"Ini sebenarnya bukan target pemerintah atau apa, tapi ada transformasi energi karena faktor ekonomi, sosial, dan politik," tutur Mari.
[Gambas:Video CNN]
Saat ini, tambah Mari, salah satu perusahaan yang sudah menunjukkan komitmennya mengurangi penggunaan energi fosil ada IKEA. Menurutnya, keputusan itu diambil perusahaan asal Swedia untuk mengikuti kemauan pasar.
"IKEA beralih ke EBT. Ini Tekanan dari swasta dan juga konsumen sebetulnya," pungkas Mari.
(aud/agt)