Lembaga Internasional Emoh Utangi Proyek Berbasis Fosil RI

CNN Indonesia | Sabtu, 18/01/2020 16:15 WIB
Lembaga Internasional Emoh Utangi Proyek Berbasis Fosil RI Direktur Pelaksana Bank Dunia Marie Elka Pangestu menyatakan lembaga keuangan internasional kini tak mau lagi menyalurkan pinjaman untuk proyek berbasis energi fosil, seperti minyak bumi dan batu bara. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mari Elka Pangestu menyatakan lembaga keuangan internasional kini tak mau lagi menyalurkan pinjaman ke Indonesia untuk proyek berbasis energi fosil, seperti minyak bumi dan batu bara.

Untuk itu, Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyarankan pemerintah untuk membangun proyek berbasis energi baru terbarukan (EBT). Pasalnya, penggunaan EBT semakin diminati di sejumlah negara.

"Sekarang bank komersial, seperti Standard Chartered sudah tidak lagi akan memberi pinjaman untuk pembangkit listrik yang menggunakan batu bara," ucap Mari, Jumt (17/1).


Menurutnya, ini sudah menjadi tren di dunia. Begitu juga dengan Bank Dunia.

Mari bilang Bank Dunia sudah berkomitmen agar sebagian besar pinjaman yang digelontorkan memiliki dampak positif bagi lingkungan. Hal itu dilakukan dengan membatasi pinjaman proyek berbasis energi fosil.

"Bank Dunia sudah menyampaikan komitmen ini pada saat Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018," jelas Mari.

Lebih lanjut ia menyatakan bahwa puncak penggunaan energi fosil akan terjadi pada 2030 mendatang. Setelah itu, mayoritas negara akan beralih ke EBT.

"Ini sebenarnya bukan target pemerintah atau apa, tapi ada transformasi energi karena faktor ekonomi, sosial, dan politik," tutur Mari.

[Gambas:Video CNN]
Saat ini, tambah Mari, salah satu perusahaan yang sudah menunjukkan komitmennya mengurangi penggunaan energi fosil ada IKEA. Menurutnya, keputusan itu diambil perusahaan asal Swedia untuk mengikuti kemauan pasar.

"IKEA beralih ke EBT. Ini Tekanan dari swasta dan juga konsumen sebetulnya," pungkas Mari.

(aud/agt)