China dan Myanmar Sepakati Proyek Bendungan US$3,6 Miliar

CNN Indonesia | Minggu, 19/01/2020 14:08 WIB
China dan Myanmar Sepakati Proyek Bendungan US$3,6 Miliar Pemerintah China dan Myanmar sepakat menandatangani kerja sama proyek mega infrastruktur sebesar US$3,6 miliar. (Photo by Nyein CHAN NAING / POOL / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah China dan Myanmar sepakat menandatangani kerja sama proyek mega infrastruktur sebesar US$3,6 miliar. Proyek infrastruktur ini merupakan bagian dari China-Myanmar Economic Corridor (CMEC).

Proyek bendungan ini sempat tertunda pada 2011 silam karena banyak kritik dan penolakan.

Dikutip dari AFP, Presiden China Xi Jinping telah menandatangani kesepakatan tersebut bersama dengan pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi pada Sabtu (18/1) ini.


Xi diketahui tengah melakukan kunjungan kenegaraan ke Myanmar selama dua hari setelah negara-negara barat menarik diri dari Myanmar.


Pasalnya, Myanmar dituduh atas tindakan keras militer terhadap minoritas muslim Rohingya yang disebut penyelidik PBB sebagai pembantaian massal atau genosida.

Sementara hubungan China dan Myanmar justru menguat setelah negara tirai bambu itu tetap memilih berinvestasi meski menuai kecaman.

Menurut surat kabar yang dikelola pemerintah Global New Light of Myanmar, Xi menyebut kunjungan itu sebagai momen bersejarah bagi kedua negara.

Dalam kunjungannya, Xi juga menyinggung tentang sikap Amerika Serikat (AS) yang tak adil karena telah memberi sanksi kepada Kepala Militer Myanmar Min Aung Hlaing.


Sanksi itu terkait dugaan genosida terhadap etnis Rohingya di Myanmar. Suu Kyi yang reputasinya dinilai telah hancur di mata negara-negara barat karena membela tindakan keras Rohingya menegaskan bahwa Myanmar akan selalu di pihak China.

"Sebagai negara tetangga kita tidak punya pilihan lain selain berdiri bersama (China) sampai akhir dunia," kata Suu Kyi dalam perayaan, Jumat (17/1) malam.

China saat ini menjadi investor terbesar Myanmar termasuk dalam pembangunan dermaga laut dalam, beberapa zona ekonomi, dan jalur kereta cepat.

Meski demikian muncul ketidakpercayaan terhadap rencana investasi China bahwa berbagai proyek tersebut akan memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu di Yangon, pengunjuk rasa diperkirakan akan melakukan aksi demo menentang proyek pembangunan bendungan Myitsone di Myanmar yang didukung China.

[Gambas:Video CNN] (pris/age)