Damai AS-China Dorong Rupiah Naik ke Rp13.640 per Dolar

CNN Indonesia | Senin, 20/01/2020 08:59 WIB
Damai AS-China Dorong Rupiah Naik ke Rp13.640 per Dolar Rupiah menguat ke Rp13.640 per dolar AS di awal pekan. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada pada posisi Rp13.640 per dolar AS pada Senin (20/1) pagi. Posisi tersebut menguat 0,04 persen dibanding akhir pekan lalu yang di Rp13.645 per dolar AS.

Penguatan rupiah tak diikuti oleh mata uang lain di kawasan Asia. Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Terpantau, lira Turki melemah 0,13 persen, won Korea 0,10 persen, dan ringgit Malaysia melemah 0,07 persen.

Selanjutnya, yen Jepang dan baht Thaildang melemah 0,05 persen, diikuti dolar Hong Kong 0,03 persen terhadap dolar AS. Sementara, penguatan hanya terjadi pada dolar Singapura yang menguat tipis 0,01 persen terhadap dolar AS.


Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris serta dolar Kanada melemah dengan nilai masing-masing sebesar 0,05 dan 0,01 persen, sementara euro menguat 0,03 persen, dan dolar Australia menguat 0,09 persen terhadap dolar AS.


Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai penguatan rupiah pagi ini disebabkan oleh sentimen membaiknya hubungan dagang antara AS dan China pasca penandatanganan kesepakatan dagang.

"Penandatanganan kesepakatan masih akan menjadi market mover penguat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pekan ini," kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (20/1).

Sementara itu pembicaraan terkait fase dua masih belum memiliki waktu yang jelas. Menurut Ariston, kemungkinan kedua negara masih menginventarisasi masalah, atau berniat untuk menjalankan kesepakatan fase 1 terlebih dahulu.

"Oleh karena itu, mungkin belum akan terlihat friksi baru dari hubungan dagang AS dan China," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]
Sementara dari sisi internal, Ariston mengatakan belum ada data ekonomi penting yang akan dirilis. Ariston menjelaskan pasar menantikan kebijakan baru, dan pernyataan BI pasca rapat RDG, pada Kamis (23/1) mendatang.

"Ada peluang BI mempertahankan tingkat suku bunga acuannya di 5 persen, karena kondisi tingkat inflasi Indonesia yang relatif stabil dan hubungan AS dan China membaik," jelas Ariston.

Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.600 hingga Rp13.700 per dolar AS pada hari ini. (ara/agt)