Dahlan Iskan, Todongan Pistol ke Kening dan Masalah Asabri

CNN Indonesia | Senin, 20/01/2020 13:22 WIB
Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan menyebut masalah keuangan Asabri lebih mudah diselesaikan ketimbang Jiwasraya. Menteri BUMN Dahlan Iskan menyebut masalah Asabri lebih mudah diselesaikan ketimbang Jiwasraya. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq).
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyebut masalah keuangan di tubuh PT Asabri (Persero) lebih mungkin untuk bisa diselesaikan ketimbang PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Mantan dirut PLN tersebut mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya, Benny Tjokrosauptro (Bentjok) dan Heru Hidayat sudah menandatangani surat pernyataan sanggup untuk mengatasi dana Asabri yang hilang.

Sebagai informasi, Bentjok merupakan pemilik Hanson International Tbk (MRX). Sedangkan Heru merupakan presiden komisaris PT Trada Alam Mineral Tbk.


Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga beberapa waktu yang lalu mengatakan Bentjok dan Heru mempunyai utang di Asabri. Utang berkaitan dengan investasi.

Arya memang tidak menjelaskan utangnya.  Dahlan mengatakan mengatakan berkaitan dengan kesanggupan Bentjok dan Heru tersebut, ada aset yang bisa dilirik direksi Asabri agar kerugian perusahaan bisa ditutup.

Untuk Bentjok misalnya, aset yang bisa dilirik berbentuk sebidang tanah yang berada di Maja, Serpong, Tangerang. Tanah tersebut bisa dilirik oleh Asabri maupun Kementerian BUMN untuk mengganti utang Bentjok.

"Memang bentuknya bukan uang kontan. Tapi bisa jadi uang---- kapan-kapan," katanya seperti dikutip dari blognya, Senin (20/1).

Dahlan mengatakan agar aset tersebut bisa digunakan untuk mengganti rugi Asbari, direksi perusahaan perlu melakukan negosiasi dengan cermat dengan Hanson. Dan untuk melakukan negosiasi tersebut, Dahlan menilai, Asabri punya punggung yang kuat.

[Gambas:Video CNN]
"Tidak perlu sampai ada pistol ditodongkan ke kening. Tidak perlu membentak-bentak. Apalagi Bentjok sudah ditahan Kejaksaan Agung," katanya.

Kondisi keuangan Asabri dikabarkan sedang mengalami masalah. Menko Polhukam Mahfud MD pekan lalu menyebut modal Asabri dalam setahun kemarin anjlok Rp17 triliun dalam setahun.

Mahfud bilang penurunan modal tersebut kini sedang diselidiki oleh pihak kepolisian. Ia mengaku mendapatkan 'bisikan' dari beberapa sumber bahwa ada indikasi penurunan modal tersebut terjadi akibat korupsi di tubuh Asabri.

"Saya bilang modalnya Asabri itu dalam satu tahun turun Rp17,6 triliun atau Rp17,4 triliun. Tapi prajurit, tentara, TNI, dan polisi jangan khawatir, karena uang (di Asabri) tidak habis," ungkap Mahfud, Jumat (17/1).

Tuduhan tersebut langsung dibantah Direktur Utama Asabri Sonny Widjaja. Ia menegaskan akan menempuh jalur hukum menuntut pihak-pihak yang mengakibatkan kegaduhan soal korupsi tersebut.

"Kepada pihak-pihak yang berbicara tentang Asabri, harap menggunakan data dan fakta yang sudah terverifikasi. Hentikan pendapat, pembicaraan yang tendensius, negatif, dan mengakibatkan kegaduhan. Saya akan menempuh jalur hukum jika masih dilakukan," ujar Sonny.

Ia menyiratkan bahwa kondisi keuangan Asabri saat ini sehat. "Saya menjamin bahwa uang peserta yang dikelola di Asabri tidak hilang dan tidak dikorupsi," katanya singkat.

Sayangnya, Sonny hanya mengutarakan pendapatnya secara searah. Ia enggan menjawab pertanyaan awak media. Mantan anggota militer itu bergegas pergi usai menggelar konferensi pers dan bergeming memasuki lift lantai 7 gedung Asabri.





(agt/sfr)