Alasan Keamanan Jadi Iming-iming Jiwasraya Gaet Nasabah

CNN Indonesia | Sabtu, 18/01/2020 17:05 WIB
Alasan Keamanan Jadi Iming-iming Jiwasraya Gaet Nasabah Seorang nasabah Jiwasraya membagikan pengalamannya yang terkena iming-iming jaminan keamanan oleh pihak penjual polis. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemegang polis asuransi PT Jiwasraya (Persero) Rudyantho Deppasau mengungkap alasan dirinya tertarik untuk memindahkan uang tabungannya ke investasi asuransi Jiwasraya karena tawaran keamanan.

Menurut pengakuan Rudyantho pihak marketing Qatar National Bank menawarkan keamanan investasi di PT Jiwasraya.

"Marketing bilang jauh lebih aman karena jaminan pemerintah, tapi saat mau jatuh tempo pada menghindar, marketing sudah pada resign dari bank," paparnya pada Sabtu (18/1).


Dia mengaku tak tergiur oleh persentase bunga yang ditawarkan yang berkisar 6,5 persen. Rudy mengaku jaminan keamanan yang diberikan menjadi motif utama dirinya.

Dia akhirnya memindahkan uang tabungan sebesar Rp7 miliar dari bank ke Jiwasraya.

Dirinya menegaskan bahwa ia tak ditawarkan untuk membeli polis asuransi jiwa melainkan investasi yang dibalut oleh perusahaan asuransi.

"Kasus Jiwasraya formal perjanjian memang terbalut dengan asuransi tapi secara material yang ditawarkan bukan asuransi tapi investasi," paparnya pada forum diskusi kasus Jiwasraya.

Polis asuransi Rp7 miliar miliknya yang jatuh tempo pada Desember 2018 tak kunjung dapat dicairkan. Pada Januari 2019 Rudy mengaku hanya Rp2 miliar yang berhasil diselesaikan oleh Jiwasraya sementara Rp5 miliar sisanya masih tidak jelas.

Dalam kesempatan yang sama, pria yang membeli polis asuransi pada 2017 ini mengatakan dirinya dan 300 orang pemegang polis lainnya masih memperjuangkan dana total sebesar Rp500 miliar.

Mereka yang tergabung dalam forum korban kasus Jiwasraya ini belum mendapat kejelasan dari pemerintah, marketing Bank, atau instansi keuangan lainnya.

"Per orangnya bervariasi, dari Rp50 juta sampai Rp30 miliar, kalau total semua itu sekitar Rp500 miliar," paparnya.

Seperti yang diketahui, kasus Jiwasraya mulai mencuat setelah pembayaran klaim produk saving plan milik BUMN tersebut macet. Hingga saat ini 5 tersangka telah diamankan oleh Kejaksaaan Agung (Kejagung).

Mereka adalah Direktur Utama PT Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Kepala Investasi dan Divisi Keuangan Jiwasraya Syahmirwan, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, Komisaris PT Hanson Internasional Benny Tjokrosaputro dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minerba Heru Hidayat.

[Gambas:Video CNN] (wel/age)