"Tidak bicara mengenai bail out. Ini kan masalah sedang didalami," ucap Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Jumat (17/1).
Ia menolak berkomentar lebih lanjut mengenai permasalahan Asabri. Pasalnya, masalah di Asabri sampai saat ini masih diteliti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas permasalahan tersebut, Kementerian BUMN menyatakan pemerintah membuka opsi untuk memberikan dana talangan guna menyelamatkan Asabri. Untuk membahas opsi tersebut Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam waktu dekat ini akan berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan.
"Belum tahu, belum tahu. Nanti bicara sama Kementerian Keuangan ya (mengenai akan di-bailout tidak Asabri)," ungkap Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo.
[Gambas:Video CNN]
Hal yang pasti, kata dia, proses penyelesaian kasus dugaan korupsi Asabri akan berbeda dengan kemelut yang juga sedang terjadi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Ini lantaran Asabri merupakan asuransi jiwa bersifat sosial.
"Beda ya (dengan Jiwasraya) karena Asabri kan bersifat sosial," jelas dia.
Diketahui, operasional Asabri yang bersifat sosial wajib diselenggarakan berdasarkan undang-undang (uu) dan memberikan perlindungan finansial untuk kepentingan prajurit TNI, anggota Polri dan PNS Kemhan/Polri.
(aud/agt)