Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bilang konsorsium CAS bakal mengembangkan Bandara Komodo melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). "Kami harapkan konsorsium Cardig dan Changi bisa perform sama baiknya atau lebih baik dari BUMN. Kami ingin ini dikelola secara profesional," ujarnya, Senin (20/1).
Budi menyebut Bandara Komodo akan menjadi pintu gerbang Labuan Bajo yang menjadi satu dari lima destinasi wisata super prioritas atau 5 Bali Baru yang tengah disiapkan pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun, dalam pengembangan Bandara Komodo, konsorsium CAS akan merancang, membangun, dan membiayai pembangunan fasilitas sisi darat, udara, dan fasilitas pendukungnya, termasuk mengoperasikan Bandara Komodo selama masa kerja 25 tahun.
Selanjutnya, pengelola Bandara Komodo wajib membayar konsesi di muka Rp5 miliar dan konsesi tahunan sebesar 2,5 persen dengan pembayaran bertahap 2 kali setiap tahun, yang meningkat per tahun dengan kenaikan 5 persen dari biaya konsesi tahun sebelumnya, serta clawback sebesar 50 persen.
Saat ini, Bandara Komodo memiliki panjang runway 2.250 meter dan akan diperpanjang menjadi 2.750 meter. Perluasan apron seluas 20.200 meter persegi, perluasan terminal domestik seluas 6.500 meter persegi, pembangunan terminal internasional seluas 5.538 meter persegi, termasuk terminal kargo 2.860 meter persegi.
[Gambas:Video CNN]
(bir/agt)