Changi Bakal Kelola Pengembangan Bandara Komodo

CNN Indonesia | Senin, 20/01/2020 12:49 WIB
Changi Bakal Kelola Pengembangan Bandara Komodo Changi Airports di dalam konsorsium CAS akan mengelola pengembangan Bandara Komodo. (CNN Indonesia/Safyra Primadhyta).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemenang lelang proyek pengembangan Bandara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menandatangani MoU dengan pemerintah pada 7 Februari 2020 nanti. Konsorsium beranggotakan PT Cardig Aero Service, Changi International Pte Ltd (CAI), dan Changi Airports MENA Pte Ltd.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bilang konsorsium CAS bakal mengembangkan Bandara Komodo melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). "Kami harapkan konsorsium Cardig dan Changi bisa perform sama baiknya atau lebih baik dari BUMN. Kami ingin ini dikelola secara profesional," ujarnya, Senin (20/1).

Budi menyebut Bandara Komodo akan menjadi pintu gerbang Labuan Bajo yang menjadi satu dari lima destinasi wisata super prioritas atau 5 Bali Baru yang tengah disiapkan pemerintah.

Campur tangan konsorsium CAS dalam pengembangan Bandara Komodo ditargetkan akan meningkatkan kapasitas jumlah penumpang hingga 4 juta per tahun pada 2044 mendatang, termasuk angkutan kargo seberat 3.500 ton. "Sehingga, meningkatkan konektivitas nasional maupun internasional," jelasnya.

Adapun, dalam pengembangan Bandara Komodo, konsorsium CAS akan merancang, membangun, dan membiayai pembangunan fasilitas sisi darat, udara, dan fasilitas pendukungnya, termasuk mengoperasikan Bandara Komodo selama masa kerja 25 tahun.

Tak cuma itu, pengembangan juga menyertakan pemeliharaan infrastruktur dan fasilitas Bandara Komodo. "Saat masa kerja sama berakhir, badan usaha wajib menyerahkan seluruh infrastruktur dan fasilitas kepada penanggung jawab proyek kerja sama, dalam hal ini Ditjen Perhubungan Udara," imbuh Budi.

Nilai investasi pengelolaan Bandara Komodo sendiri diperkirakan Rp1,20 triliun dengan estimasi biaya operasional selama 25 tahun sebesar Rp5,73 triliun.

Selanjutnya, pengelola Bandara Komodo wajib membayar konsesi di muka Rp5 miliar dan konsesi tahunan sebesar 2,5 persen dengan pembayaran bertahap 2 kali setiap tahun, yang meningkat per tahun dengan kenaikan 5 persen dari biaya konsesi tahun sebelumnya, serta clawback sebesar 50 persen.

Saat ini, Bandara Komodo memiliki panjang runway 2.250 meter dan akan diperpanjang menjadi 2.750 meter. Perluasan apron seluas 20.200 meter persegi, perluasan terminal domestik seluas 6.500 meter persegi, pembangunan terminal internasional seluas 5.538 meter persegi, termasuk terminal kargo 2.860 meter persegi.

[Gambas:Video CNN]



(bir/agt)