Pesan Erick Thohir Sebelum Menunjuk Irfan Jadi Dirut Garuda

CNN Indonesia | Kamis, 23/01/2020 07:38 WIB
Dirut Garuda Indonesia yang baru Irfan Setiaputra mendapatkan beberapa tugas dari Menteri BUMN Erick Thohir. Irfan Saputra mendapatkan beberapa tugas dari Erick Thohir di Garuda Indonesia. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia yang baru Irfan Setiaputra mengatakan mendapatkan pesan khusus yang diberikan Menteri BUMN Erick Thohir sebelum ia ditunjuk menahkodai perusahaan penerbangan nasional tersebut.

Salah satu pesan berkaitan dengan pembenahan Garuda. Erick memberikan tugas kepadanya untuk membuat perseroan penerbangan pelat merah itu menghasilkan keuntungan lebih.

"Saya diskusinya (dengan Erick) selain diberesin (Garuda) segala macem, tolong dibikin Garuda jadi menjadi fit (sehat), profitable (menguntungkan)," kata Irvan saat dihubungi lewat sambungan telepon, Rabu (22/1).


Irvan menjelaskan inti lainnya dari pesan Erick adalah tugas untuk membereskan masalah yang selama ini melilit  Garuda.

Salah satunya, terkait harga tiket yang mahal. Irvan juga mengaku tekah mendapatkan tekanan dari beberapa pemegang saham Garuda terkait persoalan tersebut.

"Ada banyak tekanan dari stakeholder soal harga," ungkapnya.

Irvan kemudian mengatakan dirinya akan terus berusaha menemukan titik penyeimbang dalam persoalan harga tiket Garuda. Kendati demikian, ia pun mengaku akan tetap berpegang teguh pada sisi keamanan dari pelayanan Garuda sendiri.

"Harga tinggi atau rendah itu mohon dipahami, itu setiap managemen punya justifikasi. Tapi buat saya, industri penerbangan nomer satu yang harus dipegang adalah safety (keamanan). Mau ceritanya apapun, safety. Ketika saya dapat amanah ini saya tetap bertahan sama itu," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]
Selain harga, ia menambahkan bahwa Erick juga berpresan kepadanya untuk menjaga kekompakan manajemen Garuda. Selain itu, ia juga diminta menjaga hubungan yang lebih erat antara Garuda dengan Angkasa Pura (AP) I dan II, serta Pertamina.

"Kemudian kolaborasi yang lebih erat dengan AP II, AP I, Pertamina, dan berbagai pihak lainnya," katanya.

Merespons tugas-tugas yang disampaikan kepadanya, Irvan mengaku akan melakukan tiga hal dalam masa awal masa kerjanya menjadi bos Garuda. Pertama, mengidentifikasi inti permasalahan di dalam keuangan Garuda.

"Apa yang perlu diperbaiki. Apakah (untuk mencapai) keuntungan ini mengorbankan sesuatu yang mungkin enggak terlalu profit? Tapi apakah kita perlu lebih kerja keras sehingga kemudian kita punya buku yang profitable, tetapi (dengan) reasonable (alasan) yang bisa diterima harganya. Itu filosofi yang mudah mudahan kami bisa jalankan ke depan," pungkasnya.

Kedua, memaksimalkan pendapatan dari kargo pesawat. Ia pun berencana mencoba mengulik lebih jauh potensi pendapatan dari bisnis tersebut.

"Kalau kami lihat ke depan pasarnya pesawat, pertama tentu saja revenue dapat dari tiket, tapi kan anda kan juga tahu dibalik tempat duduk ada bagasi, apakah memungkinkan, apakah hari ini kondisi kargo sudah optimum atau masih belum, jadi ada pendapatan kargo," lanjutnya.

Ketiga, memaksimalkan kerja sama dengan pemegang saham lain demi mencari peluang pendapatan dan ide baru di perseroan.

"Bagaimana Garuda bisa memaksimalkan kerja sama dengan stakeholder yang lain, untuk kemudian bisa menciptakan peluang-peluang baru untuk kedua belah pihak. Artinya, kerja sama iklan, pariwisata. Garuda ini juga harusnya menjadi ujung tombak pariwisata," katanya.

RUPSLB Garuda resmi menunjuk Irvan Setiaputera menjadi direktur utama. Irvan menggantikan posisi Ari Askhara yang dipecat Erick Thohir karena kasus penyelundupan motor Harley-Davidson.

Selain menunjuk Irvan menjadi bos Garuda, RUPSLB pun mengangkat Triawan Munaf sebagai Komisaris Utama.


(ara/agt)