Angkasa Pura II Siapkan Rp2,1 T untuk Renovasi 4 Bandara

CNN Indonesia | Jumat, 24/01/2020 16:55 WIB
Angkasa Pura II Siapkan Rp2,1 T untuk Renovasi 4 Bandara PT Angkasa Pura II (Persero) mengalokasikan belanja modal sebesar Rp2,1 triliun untuk empat bandara yang baru dialihkan pengelolaannya. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Angkasa Pura II (Persero) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/CAPEX) sebesar Rp2,1 triliun untuk empat bandara yang baru dialihkan pengelolaannya hingga 30 tahun ke depan.

Bandara tersebut yakni, Bandara Hananjoeddin Belitung, Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Bandara Radin Inten Lampung dan Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya.

"Kami kan dapat konsesi sampai 30 tahun. Total investasi CAPEX selama 30 tahun untuk empat bandara itu sekitar Rp2,1 triliun," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jumat (24/1).


Lebih lanjut, ia mengatakan untuk tahun ini pihaknya membutuhkan sekitar Rp300 miliar sampai Rp400 miliar dari total CAPEX. Pertama, Bandara Hananjoeddin Belitung yang akan diperluas. Awaluddin mengungkap Belitung menjadi prioritas karena ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata di Belitung, yakni KEK Tanjung Kelayang.

Kedua, Bandara Radin Inten Lampung akan dibuat perluasan terminal dan pengembangan konsep aerocity.

"Untuk menumbuhkan pendapatan non-aero revenue kita," tuturnya.

Ketiga, Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu akan ditambah terminal baru. Awaluddin menjelaskan ketika dialihkan ke Angkasa Pura II masih ada proyek pembangunan gedung terminal yang baru selesai sekitar 70 persen. Keempat, Bandara Tjilik Riwut belanja modal akan digunakan untuk optimalisasi lahan.

Di luar nominal belanja modal tersebut, AP II juga menargetkan pembangunan infrastruktur di sejumlah bandara untuk tahun ini. Seperti pada Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Bandara Depati Amir Pangkal Pinang, Bandara Sultan Thaha Jambi, Bandara Supadio Kalimantan Barat dan Bandara Silangit Sumatera Utara.

[Gambas:Video CNN] (fey/age)