Direktur Utama SMI Edwin Syahruzad mengatakan perseroan sejatinya menawarkan surat pinjaman (offering letter) sebanyak 73 surat kepada 54 pemerintah daerah dengan nominal mencapai Rp12 triliun. Namun, jumlah komitmen yang disetujui baru mencapai 38,3 persen atau Rp4,6 triliun.
"Komitmen pinjaman ini diberikan kepada 24 pemerintah daerah," ucap Edwin, Jumat (24/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sisanya, 5 persen mengalir ke pembangunan pasar. Dari sisi wilayah, pinjaman umumnya mengalir ke Pulau Sumatera sekitar 49 persen, Sulawesi 27 persen, Kalimantan 10 persen, Maluku dan Papua 9 persen, serta Bali dan Nusa Tenggara 5 persen.
Di samping pinjaman yang proyeknya sudah berjalan dan selesai, SMI mencatat ada sejumlah proyek yang akan mendapat pinjaman dana dari perusahaan. Tercatat, setidaknya ada nilai komitmen sebesar Rp5,08 triliun di masa mendatang.
Rencana pinjaman ini menyasar pembangunan jalan dan jembatan sebanyak 60 persen, RSUD 27 persen, pasar 9 persen, dan pariwisata 4 persen. "Ini sejalan dengan fokus pemerintah ke depan untuk meningkatkan sektor pariwisata di daerah," tuturnya.
Untuk diketahui, program penyaluran pinjaman bagi infrastruktur pemda dimulai pada akhir 2015. Hal ini sejalan dengan amanah Peraturan Menteri Keuangan Nomor 100/PMK.010/2009 sebagai Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur.
"Ini dilakukan setelah SMI mendapat penyertaan modal negara sebesar Rp3,5 triliun pada akhir 2015," katanya.
[Gambas:Video CNN] (uli/sfr)